Kualitas Garapan Program Padat Karya Bantul Jauh dari Harapan

Pekerjs menunjukkan batu material dalam progam Padat Karya berkualitas buruk di Dusun Jomblang, Palbapang, Bantul, Kamis (14/11/2019). - Harian Jogja/Kiki Luqmanul Hakim
21 November 2019 21:57 WIB Kiki Luqmanul Hakim Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Kualitas hasil pengerasan jalan program Padat Karya jauh dari harapan. Hal itu lantaran kelompok masyarakat (pokmas) penerima bantuan terpaksa melanjutkan proyek dengan kualitas material tidak sesuai spesifikasi standar.

Kepala Dusun Bongsren Yulihandi menambahkan buruknya kualitas material membuatnya tak berani menjamin hasil pengerjaan proyek Padat Karya kali ini nantinya akan bertahan lama. Pasalnya hasil pengerasan jalan atau cor blok yang sudah mengering, hingga kini sudah mulai terlihat pecah-pecah. "Silakan lihat sendiri hasil pengerasan jalan yang sudah kering, terlihat pecah-pecah. Sebenarnya warga kecewa namun bagaimana lagi karena kualitas materialnya memang buruk," kata dia,  Rabu (20/11).

Ketua Pokmas Dusun Bongsren, Desa Gilangharjo, Kecamatan Pandak, Bantul, Mediono mengatakan terpaksa mengerjakan proyek Padat Karya berupa pengerasan jalan atau cor blok sepanjang 212,9 meter dengan lebar 3 meter dengan material pasir yang kualitasnya sangat buruk dan layak tak dipakai.

"Kami menerima lima rit pasir, namun pasir yang dikirim oleh rekanan pemenang tender kualitasnya buruk sekali. Karena pada 15 November 2019 proyek harus jalan maka warga terpaksa membeli secara swadaya satu rit pasir untuk campuran pasir yang kualitasnya buruk," katanya.

Pihak rekanan, kata dia, sudah berjanji akan menambah dua rit pasir dengan kualitas baik namun tambahan pasir yang dijanjikan baru datang pada Sabtu (16/11/2019) malam sebanyak satu rit sedangkan sisanya hingga kini belum juga dikirim.

Kepala Disnakertrans Sulistiyanta mengaku telah menyidak sejumlah titik program Padat Karya. "Kemarin [Rabu] kami sidak lagi, hasilnya semua material yang kualitasnya buruk sudah di ganti dan mereka juga mulai pengerjaan, jadi saya yakin pada 7 Desember nanti semuanya sudah selesai," ujarnya ketika ditemui di ruangannya, Kamis (21/11/2019).

Dia juga mengakui material baik batu maupun pasir yang dipakai untuk pengerjaan proyek Padat Karya kali ini memang sempat tidak memenuhi spesifikasi. Untuk itu dinasnya tetap memberikan catatan khusus terkait dengan kelalaian rekanan yang sempat menimbulkan banyak keluhan dari pokmas tersebut.