Karhutla Landa Lima Kawasan Gunung di Jawa Timur, Api Belum Padam
Karhutla melanda lima kawasan gunung di Jawa Timur sejak 16 Oktober 2026. Tim gabungan melakukan pemadaman manual dan pemantauan titik api.
Diskusi buku Politik Ruang Perumahan Muslim karya Kamil Alfi Arifin, Sabtu (23/11/2019) malam./Harian Jogja-Fitriatul Choiriyah
Harianjogja.com, JOGJA—Keberadaan perumahan khusus muslim dinilai tidak mencerminkan DIY sebagai wilayah yang toleran.
“Munculnya perumahan muslim berada dalam arus pasang islamisasi,” ujar Kamil Alfi Arifin, penulis buku Politik Ruang Perumahan Muslim dalam pengantar diskusi, Sabtu (23/11/2019) malam.
Kamil mengatakan dalam beberapa tahun terakhir hingga saat ini telah banyak berdiri perumahan Muslim di DIY. Jumlahnya mencapai 42 di Kabupaten Sleman, Bantul, Gunungkidul, dan Kulonprogo.
“Pembangunan perumahan khusus muslim bukan semata-mata proyek berorientasi bisnis, melainkan juga didorong dan dipengaruhi oleh nilai-nilai ideologis dan agama,” kata Alfi.
“Dari seluruh kabupaten di DIY, tidak ada satu pun yang tidak menjadi sasaran dari proyek penggarapan dan pengembangan perumahan-perumahan muslim,” jelas Alfi.
Menurut Alfi, buku yang dia tulis menganalisis hubungan ekonomi-politik antara developer dan elite kelompok-kelompok Islam.
“Lebih lanjut, kajian buku ini menunjukkan adanya suatu konspirasi yang juga melatarbelakangi proyek yang dikelola oleh developer dan elite kelompok-kelompok Islam tertentu,” ucapnya.
Direktur Layanan Lembaga Kajian Islam dan Transformasi Sosial (LkiS) Hairus Salim mengatakan perumahan muslim adalah permukiman yang mempunyai beberapa perbedaan dari perumahan yang lainnya. Perbedaan tersebut antara lain, selain orang nonmuslim dilarang tinggal di perumahan tersebut, kehidupan sehari-hari penuh dengan pengajian dan lantunan Alquran. Bahkan, di satu perumahan, memainkan ataupun mendengarkan musik dilarang. Penghununga pun harus.
“Perbedaan itulah yang membuat perumahan muslim menimbulkan problematika dikalangan masyarakat Jogjam” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Karhutla melanda lima kawasan gunung di Jawa Timur sejak 16 Oktober 2026. Tim gabungan melakukan pemadaman manual dan pemantauan titik api.
Pertamina Patra Niaga menyalurkan 285.000 liter air bersih bagi sekitar 7.000 KK di 16 desa di Klaten untuk membantu warga terdampak kekeringan.
Hyundai menarik 94.622 mobil di AS karena risiko kebakaran dari motor kursi elektrik. Pemilik diminta parkir di luar hingga perbaikan tersedia.
Meta dijatuhi penalti US$25 miliar oleh pengadilan New Mexico terkait pelanggaran privasi data Facebook. Perusahaan berencana mengajukan banding.
Studi terhadap 425 remaja menemukan penggunaan HP setelah pukul 22.00 berkaitan dengan waktu tidur lebih larut dan durasi tidur lebih pendek.
Como menang 4-1 atas Manchester United di Liga Champions. Mirwan Suwarso jadi sorotan, sementara tekanan terhadap Michael Carrick meningkat.