Klaten Ubah Sampah Jadi Listrik, Proyek Dimulai Tahun Ini
Klaten siapkan proyek sampah jadi listrik di TPA Troketon. Target operasi 2028, volume sampah capai 170 ton per hari.
Diskusi buku Politik Ruang Perumahan Muslim karya Kamil Alfi Arifin, Sabtu (23/11/2019) malam./Harian Jogja-Fitriatul Choiriyah
Harianjogja.com, JOGJA—Keberadaan perumahan khusus muslim dinilai tidak mencerminkan DIY sebagai wilayah yang toleran.
“Munculnya perumahan muslim berada dalam arus pasang islamisasi,” ujar Kamil Alfi Arifin, penulis buku Politik Ruang Perumahan Muslim dalam pengantar diskusi, Sabtu (23/11/2019) malam.
Kamil mengatakan dalam beberapa tahun terakhir hingga saat ini telah banyak berdiri perumahan Muslim di DIY. Jumlahnya mencapai 42 di Kabupaten Sleman, Bantul, Gunungkidul, dan Kulonprogo.
“Pembangunan perumahan khusus muslim bukan semata-mata proyek berorientasi bisnis, melainkan juga didorong dan dipengaruhi oleh nilai-nilai ideologis dan agama,” kata Alfi.
“Dari seluruh kabupaten di DIY, tidak ada satu pun yang tidak menjadi sasaran dari proyek penggarapan dan pengembangan perumahan-perumahan muslim,” jelas Alfi.
Menurut Alfi, buku yang dia tulis menganalisis hubungan ekonomi-politik antara developer dan elite kelompok-kelompok Islam.
“Lebih lanjut, kajian buku ini menunjukkan adanya suatu konspirasi yang juga melatarbelakangi proyek yang dikelola oleh developer dan elite kelompok-kelompok Islam tertentu,” ucapnya.
Direktur Layanan Lembaga Kajian Islam dan Transformasi Sosial (LkiS) Hairus Salim mengatakan perumahan muslim adalah permukiman yang mempunyai beberapa perbedaan dari perumahan yang lainnya. Perbedaan tersebut antara lain, selain orang nonmuslim dilarang tinggal di perumahan tersebut, kehidupan sehari-hari penuh dengan pengajian dan lantunan Alquran. Bahkan, di satu perumahan, memainkan ataupun mendengarkan musik dilarang. Penghununga pun harus.
“Perbedaan itulah yang membuat perumahan muslim menimbulkan problematika dikalangan masyarakat Jogjam” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Klaten siapkan proyek sampah jadi listrik di TPA Troketon. Target operasi 2028, volume sampah capai 170 ton per hari.
Perusahaan kini lebih mengutamakan keterampilan dibanding ijazah. Laporan Coursera 2026 menunjukkan sertifikasi industri menjadi faktor penting untuk mendapatka
Remaja 15 tahun di Bantul yang kerap mencuri sempat bersembunyi di plafon rumah saat dijemput untuk rehabilitasi. Setelah dibujuk, ia akhirnya menjalani pembina
Mario Aji finish ke-13 di practice Moto2 Jerman 2026 dan lolos ke Q2. Kembali setelah absen 5 seri akibat cedera, ia catat 1 menit 23,460 detik. Izan Guevara te
Media Jerman Speedweek puji Veda Ega Pratama usai jadi tercepat di practice Moto3 Jerman 2026. Pebalap Indonesia ini catat 1 menit 25,848 detik, lolos ke Q2.
KPK mempersilakan Pemda DIY kembali memanfaatkan Stadion Mandala Krida setelah tidak ada pengembangan penyidikan kasus korupsi pembangunan stadion tersebut.