Soroti Beda Tafsir Hakim di Sengketa Kontrak, Ahmad Arif Raih Doktor
Ahmad Arif Syarif meraih doktor FH UII setelah meneliti dasar pertimbangan hakim menentukan kepatutan dalam sengketa kontrak.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia, Ignasius Jonan bersama Rektor Universitas Gadjah Mada, Panut Mulyono mencoba becak listrik karya dosen dan mahasiswa Fakultas Teknik di Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Jumat (18/1/2019).
Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY akan mematangkan produksi massal becak kayuh dengan tenaga alternatif atau lazim disebut becak listrik yang akan menjadi solusi pengganti keberadaan becak motor. Produksi massal ini direncanakan pada akhir 2020 mendatang.
Kepala Dinas Perhubungan DIY Sigit Sapto Raharjo menjelaskan untuk merencanakan produksi secara massal becak listrik setelah mendapatkan legalitas dari pusat, pihaknya harus mematangkan lebih dahulu bersama instansi terkait, seperti kepolisian, Pemerintah Kota Jogja. Pihaknya mengapresiasi DPRD DIY yang sudah meminta Dinas Perhubungan untuk segera menyiapkan anggaran kelanjutan di 2020.
“Untuk membuatnya itu kan butuh biaya, nah biayanya itulah yang baru kami pikirkan dan dikoordinasikan,” terangnya kepada Harianjogja.com, Rabu (27/11/2019).
Sebelumnya Kemenhub memberikan dukungan terhadap Pemda DIY terkait penggunaan becak kayuh dengan tenaga penguat alternatif sesuai dengan surat nomor AJ.005/3/5/DJPD/2019 tertanggal 9 November 2019.
Rekomendasi itu sebagai respons atas surat yang dikirim Gubernur DIY pada 26 Juli 2019 lalu. Sesuai dengan surat rekomendasi itu, bahwa produksi becak ini harus menyesuaikan dengan standar hasil kajian Pusat Studi Inovasi Otomotif UGM.
Sigit menambahkan, prototipe becak yang disediakan cukup satu yang sudah dibuat oleh UGM, hal ini sesuai dengan spesifikasi yang diusulkan ke pemerintah pusat untuk mendapatkan rekomendasi. Namun tidak menutup kemungkinan dari contoh yang sudah diproduksi aka nada perubahan desain untuk melengkapi berbagai kekurangan.
“Kalau nanti sudah bisa dimulai dan mereka [siap] untuk ganti ke sana [becak listrik], kalau sudah ada persetujuan anggaran ya nanti kita mulai [produksi], sambil melihat situasi dan koordinasi dengan semua pihak. Saya berharap akhir 2020 [bisa mulai diproduksi],” katanya.
Terkait skema pembiayaan, Sigit mengatakan ada berbagai alternatif yang harus dibahas lebih detail. Jika memungkinkan pemerintah memberikan secara penuh, maka akan diberikan langsung, namun jika anggaran tidak memungkinkan bisa melalui skema subsidi. Selain itu untuk lebih ringan, akan melibatkan program CSR dalam produksi becak listrik ini. Ia mengatakan sejumlah CSR yang respons terhadap produksi becak listrik ini antara BPD DIY sudah memberikan dua unit, kemudian ada perusahaan lain yang menyumbang dua unit.
“Termasuk juga dari PLN yang akan memberikan, kan banyak juga dari CSR bisa diarahkan ke sana, nanti tinggal pemerintah subsidi berapa,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ahmad Arif Syarif meraih doktor FH UII setelah meneliti dasar pertimbangan hakim menentukan kepatutan dalam sengketa kontrak.
Kekeringan mengintai Jateng dengan 14 daerah berstatus Awas. BMKG memprakirakan curah hujan rendah hingga akhir September 2026.
Polri menelusuri aliran dana di balik kasus 72 tersangka pembakar hutan di Sumatra dan Kalimantan dengan menggandeng PPATK.
Seluruh wilayah DIY masuk kategori awas karhutla pada 23-29 Agustus 2026. BMKG meminta masyarakat mewaspadai kebakaran saat musim kemarau.
Kemenhaj membuka seleksi petugas haji 1448 H/2027 M mulai 25 Agustus 2026. Simak formasi, syarat, tahapan, dan jadwalnya.
Tahun ini, cerita tersebut menjadi bagian dari perjalanan Fatma Jati Kirana, siswi kelas XI D MAN 5 Sleman, yang terpilih sebagai anggota Pasukan 8 Paskibraka