Gerakan AJarMat Permudah Belajar Matematika

Ilustrasi Pendidikan. - Harian Jogja
28 November 2019 21:57 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) Matematika tengah menggencarkan program Gerakan Ayo Belajar Matematika (AJarMat) sebagai Rintisan Gerakan Nasional yang bertujuan untuk mengubah perspektif kepada pengajar maupun murid jika pelajaran matematika merupakan ilmu yang mudah dan menyenangkan untuk dipelajari.

Kabid Program dan Informasi sebagai pencetus Gerakan AJarMat, Rachmadi Widdiharto, mengatakan pencanangan program tersebut dilakuan di tujuh titik lokasi perwakilan wilayah di seluruh Indonesia, Rabu (27/11/2019) pukul 09.00 WIB. Pencanangan itu dilakukan secara serentak melalui video conference yang digelar di P4TK Matematika, Jl. Kaliurang Km. 6, Sambisari, Kecamatan Depok, Sleman.

Kepala Bidang Program dan Informasi sebagai pencetus Gerakan AJarMat, Rachmadi Widdiharto, mengatakan tujuh titik lokasi Gerakan AJarMat yang mengikuti pencanangan adalah Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh; Jakarta Timur, DKI Jakarta; Bogor, Jawa Barat; Pontianak, Kalimantan Barat; Makassar, Sulawesi Selatan; Denpasar, Bali; dan Kabupaten Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur.

“Saat pencanangan Gerakan AJarMat, ketujuh titik lokasi bersamaan juga melakukan diseminasi kepada para orang tua siswa dan anggota masyakarat," ujar Rachmadi, Rabu.

Dia menjelaskan sasaran dari Gerakan AJarMat adalah orang tua siswa baik yang tergabung dalam forum wali murid maupun komite sekolah; serta kelompok atau komunitas anggota masyarakat. "Inti dari gerakan ini adalah mendorong dan mengajak orang tua atau masyarakat agar ikut serta membangun iklim pendampingan yang saling asih, asah, dan asuh dalam pembelajaran matematika dengan suasana yang kreatif, inovatif, inspiratif, dan menyenangkan," ucap dia.

Sebelumnya, Gerakan AJarMat sudah dilakukan uji coba terbatas di kabupaten/kota yang ada di DIY. Hasilnya, sebanyak 54,55% responden menyatakan sangat bermanfaat dan 43,32% menyatakan bermanfaat bagi orang tua.

Ubah Mindset

Responden, diakui dia, secara umum menyatakan aktivitas di dalam kegiatan Gerakan AJarMat menarik, bahan yang digunakan dalam kegiatan tersebut mudah didapat, kader AJarMat memiliki kompetensi yang baik, serta menambah wawasan dan membantu bagi pendampingan anak dalam belajar matematika.

Salah satu tim ahli Sri Wulandari Danoebroto sekaligus penyusun buku saku Gerakan AjarMat mengatakan gerakan itu bermaksud mendorong anak agar mau mempelajari matematika dan mengubah mindset tentang belajar matematika. "Matematika masih memiliki stigma negatif, bahkan bisa jadi stigma negatif itu berasal dari keluarganya sendiri," ucap dia.

Dia menegaskan matematika bukan sekedar hitung-hitungan dan hanya berkaitan dengan rumus saja, tapi matematika berada di sekitar manusia. "Kami ingin menampilkan wajah matematika yang humanis," kata dia.