SMA di Jogja Terapkan Pembelajaran Jarak Jauh

Kegiatan proses pembelajaran jarak jauh diikuti siswa dan guru di SMA Muhammadiyah 2 Kota Jogja, Kamis (5/12/2019). - Harian Jogja/Sunartono
08 Desember 2019 01:17 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA— Sejumlah SMA di Kota Jogja sudah menerapkan pembelajaran berbasis teknologi melalui teleconference atau pembelajaran jarak jauh dengan menghadirkan narasumber ahli. Selain untuk menerapkan pengembangan teknologi metode ini juga bisa dipakai untuk pemerataan mutu pendidikan.

Salah satu sekolah yang secara rutin menerapkan konsep pembelajaran ini adalah SMA Muhammadiyah 2 Kota Jogja. Teleconference dilakukan dengan menghadirkan sejumlah narasumber ahli dengan menentukan tema tertentu untuk menambah wawasan guru dan siswa.

Kepala SMA Muhammadiyah 2 Kota Jogja Slamet Purwo menjelaskan pihaknya sudah mulai menerapkan pembelajaran jarak jauh sejak 2008 silam. Konsepnya dengan menghadirkan narasumber ahli dari jarak jauh kemudian guru dan siswa mengikuti pembelajaran bisa berkomunikasi atau tanya jawab secara langsung. Di sisi lain, teleconference itu salah satunya untuk memfasilitasi pembelajaran sekolah yang belum memiliki fasilitas teknologi lengkap.

“[Teleconference] Ini sebuah fasilitas yang bisa dimanfaatkan semua pihak dalam rangka kemajuan pendidikan. Sesuai dengan arahan PP [Muhammadiyah], kami juga dalam rangka memberikan dukungan sekolah-sekolah yang belum memiliki teknologi ini,” ungkapnya, Kamis (5/12/2019).

Pembelajaran itu digelar setidaknya minimal dua kali dalam setiap semester dengan materi yang berbeda-beda, mulai dari soal peningkatan kualitas akademik, pengetahuan kebencanaan dan beberapa kali menghadirkan narasumber dari luar negeri.

Termasuk pada Kamis (5/12/2019) lalu pihaknya berperan sebagai coaching conference bersama 12 sekolah muhammadiyah dari berbagai daerah di Indonesia dengan narasumber dari 1000guru.indojepang.com yang langsung berkomunikasi dari Jepang.

“Di sekolah kami ada ruangan khusus untuk teleconference ini memanfaatkan perkembangan teknologi untuk kegiatan positif. Kami punya cara bagaimana memfasilitasi anak-anak yang berpotensi [untuk berprestasi] baik akademis dan nonakademis dikembangkan dan difasilitasi dari sekolah salah satunya melalui teknologi,” ujarnya.

Terpisah Kepala Bidang Perencanaan dan Standarisasi Pendidikan Disdikpora DIY Didik Wardaya mengapresiasi kegiatan pembelajaran jarak jauh yang digelar SMA Muhammadiyah 2 Kota Jogja tersebut.

Menurutnya, proses itu perlu didukung karena saat ini teknologi merupakan suatu kebutuhan. Bahkan hasil tes Programme for International Student Assessment (PISA) menunjukkan guru yang dalam proses pembelajaran menggunakan teknologi informasi memberikan peran besar dalam menaikkan skor PISA.

“Saya kira program seperti itu [teleconference SMA Muhammadiyah 2 Kota Jogja] bagus perlu didukung. Pendidikan jarak jauh ini memiliki banyak keuntungan penggunaan teknologi untuk percepatan kualitas, daerah tertentu yang sudah bisa menjangkau teknologi internet bisa ikut mengakses. Upaya mempercepat pemerataan mutu pendidikan penggunaan IT ini sangat dianjurkan,” ucapnya.