Masih Ada Sekolah di DIY yang Terancam Ambruk, Disangga dengan Bambu

Komisi IV DPRD Kulonprogo meninjau atap di ruang guru SD Negeri Tegalsari, Desa Purwosari, Kecamatan Girimulyo yang disangga dengan bambu berlapis kain untuk menahannya supaya tidak ambru-Ist - DPRD Kulonprogo
22 November 2019 18:57 WIB Lajeng Padmaratri Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO--Kondisi bangunan di SD Negeri Tegalsari di Desa Purwosari, Kecamatan Girimulyo, Kulonprogo mengkhawatirkan. Kuda-kuda atap bangunan patah dan terancam ambruk. Hal ini jadi temuan saat inspeksi mendadak (sidak) Komisi IV DPRD Kulonprogo pada Kamis (21/11/2019) lalu.

"Kami baru saja sidak di SD Negeri Tegalsari dan di sana kondisinya sangat memprihatinkan. Kuda-kudanya itu sudah patah dan mengancam dua ruangan di bawahnya," kata Istana, Ketua Komisi IV DPRD Kulonprogo usai sidak.

Menurutnya, hampir setahun belakangan, usuk bangunan tersebut patah dan mengancam ruang guru dan ruang kelas. Supaya tidak runtuh, pihak sekolah terpaksa menyangganya dengan bambu.

Setidaknya ada empat tiang bambu yang dipasang di dua ruangan tersebut agar bangunan tidak ambruk. Hal ini terpaksa dilakukan lantaran ruangan ini masih dipakai untuk kegiatan belajar-mengajar, sementara Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kulonprogo masih mengusulkannya untuk direnovasi.

“Kondisinya sangat membahayakan bagi siswa, karena masih dipakai untuk belajar-mengajar. Kita akan koordinasikan dengan Dinas Pendidikan,” kata Politisi PDI Perjuangan ini.

Menurut Ida Ristanti, anggota Komisi IV yang lain, sarana prasarana pendidikan harus mendapatkan prioritas dan perhatian. Sehingga, kejadian ambruknya atap gedung seperti di Sragen bisa diantisipasi di Kulonprogo.

Ditemui di lokasi terpisah, Kepala Disdikpora Sumarsana menuturkan pihaknya sudah mengusulkan sejumlah sekolah untuk direhab pada 2020. "Kami sudah mendapat laporan dari SD Negeri Tegalsari, kami tampung, dan sedang kami usulkan ke Kemendikbud," kata dia kepada Harianjogja.com, di ruangannya, Jumat (22/11/2019).

Kepala Seksi Kelembagaan dan Sarpras SD, Dorojatun Kuncoroyakti, menuturkan jawatannya sedang mengusulkan sekitar 20 sekolah dasar untuk direnovasi pada anggaran 2020. Renovasi sekolah akan menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari APBN.

"Tapi data DAK itu dinamis, jadi antara persetujuan dari pusat dan kementerian belum pasti. Awal Desember ini baru dipastikan daftarnya sekolah mana. Jumlahnya bisa berkurang, tetap, atau ditambah," kata dia.