Sleman City Hall Gelar Indonesian Cactus and Succulent Festival 2019

Pameran kaktus dalam Indonesian Cactus and Succulent Festival di Atrium Shinta, Sleman City Hall, Sabtu (7/12/2019). - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo
08 Desember 2019 10:47 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Minggu pertama dalam bulan Desember ini dengan mengangkat tema “Sparkling Christmas Light”, Sleman City Hall kembali menghadirkan berbagai macam rangkaian acara yang tentunya berbeda dari bulan-bulan sebelumnya. Salah satunya di akhir pekan ini, Indonesian Cactus and Succulent Festival 2019 hadir di Atrium Shinta, Sleman City Hall, Sabtu (7/12/2019).

Public Relation SCH Tika Sari mengatakan jika acara ini telah menjadi momen yang begitu ditunggu-tunggu oleh para penggemar tanaman kaktus dan sukulen di Indonesia, khususnya di Jogja sendiri.

"Acara ini merupakan momen pertama yang diinisiasi oleh para pegiat kaktus yang tergabung dalam komunitas bernama Indonesian Cactus," ujar Tika, Sabtu (7/12/2019).

Tika menambahkan, setelah beberapa bulan sebelumnya disiapkan sedemikian rupa, akhirnya pada hari ini, Jumat (7/12/2019) Indonesian Cactus and Succulent Festival 2019 resmi dibuka, dan akan berlangsung selama dua hari hingga Minggu 8 Desember mendatang.

Dalam festival ini nantinya tak hanya pameran. Namun, ada beberapa hal menarik lainnya yang bisa diikuti seperti kontes kaktus dan sukulen, lelang, dan juga workshop yang tentunya langsung dari ahlinya.

"Selain itu, pengunjung dapat berbelanja kaktus secara langsung, mulai dari kelas pemula hingga kelas kolektor, semua ada dan tersedia pada acara ini," terangnya.

Sedikitnya, pengunjung dapat menyaksikan ribuan tanaman kaktus dan sukulen dari berbagai jenis yang tersedia di 30 booth. "Tak hanya lokal saja, telah dipilih kaktus terbaik yang nantinya akan dipamerkan selama dua hari. Mulai dari lokal hingga impor dari berbagai macam negara," imbuhnya.

Ketua Indonesian Cactus and Succulent Festival 2019, Hahan Nuralim memaparkan, antusias masyarakat terhadap acara ini tergolong sangat besar jika dibandingkan dengan acara-acara serupa yang ada sebelumnya.

Hal tersebut dapat terjadi karena beberapa faktor seperti pemilihan tempat yang lebih strategis, pengemasan konsep yang lebih modern, serta peserta-peserta berupa kolektor besar yang didatangkan dari berbagai kota di Indonesia.

Hahan Nuralim menambahkan, pemilihan tempat di Sleman City Hall memiliki alasan bahwa kami selaku penyelenggara ingin menghadirkan festival tanaman dengan warna yang lebih modern dan dapat dijangkau oleh kaum muda. Hal ini mengingat bahwa peminat kaktus dan sukulen hingga hari ini berasal dari berbagai kalangan, mulai dari kaum muda hingga orang tua," ujarnya.

Tujuan diselenggarakannya acara ini selain untuk memamerkan keindahan tanaman kaktus dan sukulen, juga sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat mengenai seluk beluknya.

"Mulai dari penanaman, perawatan, hingga yang ingin berorientasi pada pertanian. Sebab, sejauh ini negara yang memiliki predikat sebagai petani kaktus hanya disematkan kepada Thailand," terangnya.

Selain itu, yang terpenting juga menjaga agar pasar tanaman hias khususnya pada kaktus dan sukulen untuk memiliki perputaran harga yang lebih stabil.

"Pasalnya, banyak dari masyarakat Indonesia sendiri yang menjadikan tanaman ini sebagai bentuk komoditi yang begitu menjanjikan," jelasnya.

Ia mengharapkan, Indonesian Cactus and Succulent Festival dapat menjadi sebuah momen yang tak terlupakan.

"Dimana momen ini dimanfaatkan oleh para pegiat kaktus dan sukulen untuk saling bersilaturahmi dan berbagi banyak hal tentang tanaman ini antara satu sama lainnya," tutupnya.