Warga yang Tergusur Tol Jogja-Solo Bingung Cari Lahan Pengganti untuk Cari Nafkah

Ilustrasi - JIBI/Bisnis.com/Arief Hermawan P
12 Desember 2019 19:07 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMANPemilik lahan yang tergusur proyek tol Jogja-Solo kebingungan mencari lahan pengganti untuk mencari nafkah.

Sosialisasi pembangunan jalan bebas hambatan ini sudah diberikan kepada warga Bokoharjo, Prambanan, Sleman dan Kamis (12/12/2019) hari ini disampaikan kepada penduduk Selomartani, Kalasan, Sleman.

Ketua RT 03 Dusun Pondok, Selomartani, Sumadi mengatakan sosialisasi masih sebatas pada informasi lokasi yang terkena dampak jalan tol. Di RT yang dia pimpin, hanya ada sembilan pemilik lahan yang terdampak pembangunan jalan tol.

Yang berstatus pekarangan ada dua rumah. Itu kena semua. Kami masih akan menunggu proses selanjutnya, terutama terkait masalah harga ganti untung, kata Sumadi seusai kegiatan sosialisasi.

Dia mengatakan warga akan mendukung program pemerintah asalkan tawaran ganti rugi menguntungkan. Namun, sampai saat ini belum ada penawaran harga oleh pemerintah sehingga warga memilih untuk menunggu. Kalaupun nanti harga sudah ditawarkan, kami pertimbangkan dulu. Tidak langsung diterima, kata Sumadi.

Boiman, warga Pondok yang rumahnya terkena jalan tol mengaku kebingungan mencari lahan pengganti. Selain menghabiskan seluruh pekarangan miliknya, proyek tol Jogja-Solo juga menggusur usaha bengkel bubut yang dia kerjakan. Ya bingung nanti harus pindah kemana? Cari lahan baru tidak mudah,kata dia.

Bandrio, warga Pondok lainnya juga merasakan hal yang sama sama. Lahan pertanian seluas 450 meter persegi miliknya kemungkinan terdampak pembangunan jalan tol dan dia berharap ada lahan pengganti seluas yang dimiliki saat ini. Di Pondok, warga banyak yang bertani. Kalau kami kehilangan sawah, ya mudah-mudahan dapat sawah lagi. Jadi kami minta ganti rugi yang diberikan sesuai dengan keinginan kami,katanya.