Pilur Gunungkidul Masuk Tahap Pendataan Pemilih di 31 Kalurahan
Pilur Serentak Gunungkidul 2026 memasuki tahap pendataan pemilih di 31 kalurahan. DPS dijadwalkan ditetapkan 31 Juli, sedangkan DPT pada 24 Agustus 2026.
Ilustrasi nyamuk DBD/JIBI
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Memasuki musim hujan, masyarakat diimbau mewaspadai penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD). Musim hujan menjadi salah satu masa berkembangbiak nyamuk aedes aegypti yang menjadi pemicu demam berdarah.
“Penyebaran nyamuk aedes aegypty harus diwaspadai karena saat hujan banyak tempat-tempat yang bisa digunakan untuk bertelur. Seperti pengalaman tahun-tahun sebelumnya, mulai Desember hingga April yang merupakan musim hujan selalu terjadi kenaikan kasus DBD,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul, Dewi Irawaty, saat ditemui wartawan, Jumat (13/12/2019).
Dia menjelaskan untuk penanganan kasus Dinkes bekerja sama dengan puskesmas dan rumah sakit atau fasilitas kesehatan lainnya agar memberikan laporan secara berkala. Apabila ada kasus DBD, tindakan yang diambil tidak sembarangan, misalnya fogging harus dilakukan dengan benar. “Pelaksanaannya juga harus ada kajian, yakni harus dipastikan adanya kasus DBD. Jika tidak, maka upaya hanya sebatas pencegahan,” katanya.
Untuk pencegahan dapat dilakukan dengan beberapa cara. Selain upaya pemberantasan sarang nyamuk, juga dilakukan dengan gerakan 3M yakni mengubur benda-benda yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, menguras tempat penampungan air dan menutup tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk. “Dengan gerakan ini tempat sarang nyamuk bisa dipersempit sehingga penyebaran bisa ditekan,” kata mantan Sekretaris Dinas Kesehatan ini.
Agar tidak mudah terserang penyakit masyarakat juga diminta untuk mengonsumsi makanan yang sehat. Selain itu, penerapan pola hidup bersih dan sehat juga dibutuhkan sehingga daya tahan tubuh bisa terus dijaga.
Hal senada diungkapkan oleh Direktur RSUD Wonosari, Heru Sulistyowati. Dia mengatakan penanganan kasus DBD di tahun ini mengalami peningkatan. Sebagai contoh, di 2018 kasus yang ditangani ada 124 kasus. Namun di tahun ini hingga pertengahan Desember sudah mencapai 363 kasus.
Menurut dia, penanganan pasien DBD di RSUD Wonosari berjalan dengan baik. Meski jumlah kasus meningkat hingga dua kali lipat, namun pada saat penanganan tidak ada yang meninggal dunia. “Untuk penanganan kami terus berkoordinasi dengan Dinkes Gunungkidul,” kata Heru.
Penyebaran DBD, menurut Heru, harus terus diwaspadai karena bisa berakibat fatal apabila terlambat dalam penanganan. “Yang paling penting adalah upaya pencegahan dengan memberantas sarang nyamuk. Salah satunya dengan gerakan 3M,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pilur Serentak Gunungkidul 2026 memasuki tahap pendataan pemilih di 31 kalurahan. DPS dijadwalkan ditetapkan 31 Juli, sedangkan DPT pada 24 Agustus 2026.
Cara mengenali motor bekas eks ojek online sebelum membeli, mulai dari odometer, kondisi mesin hingga kelengkapan dokumen kendaraan.
Video bos Instagram Adam Mosseri ungkap detik-detik awal kericuhan final Piala Dunia 2026. Rekaman menunjukkan Paredes dan Molina di pusat kerumunan.
The Odyssey raih Rp4,74 triliun di pekan perdana, debut terbesar Christopher Nolan! Di Indonesia, 17 dari 18 layar IMAX penuh. Simak sinopsis dan pemainnya di s
Masa depan Lionel Scaloni menjadi sorotan setelah Argentina kalah di final Piala Dunia 2026 dan menghadapi tantangan regenerasi skuad.
Sebanyak 122.887 warga masuk daftar calon pemilih Pilur Gunungkidul 2026. Data masih diverifikasi sebelum ditetapkan sebagai DPT.