Pemkot Solo Dorong BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Pemberdayaan Peserta dan Ahli Waris
Wawali Solo Astrid Widayani mengapresiasi layanan BPJS Ketenagakerjaan dan mendorong sinergi pemberdayaan peserta serta ahli waris melalui UMKM dan pelatihan.
Proses peletakan batu pertama pembangunan Gedung Morula IVF di RS JIH Jogja, Sabtu (14/12/2019)./Harian Jogja-Abdul Hamied Razak
Harianjogja.com, SLEMAN—Penanganan fertilitas melalui program bayi tabung dilirik jadi program magnet penerapan medical tourism atau wisata kesehatan di DIY.
Peluang itu dilirik Rumah Sakit JIH menggandeng klinik fertilitas Morula IVF (PT Morula Indonesia) membangun klinik untuk program bayi tabung. Klinik inilah yang nantinya menjadi tempat pengembangan konsep fertility tourism atau wisata fertilitas.
Direktur Scientific PT Morula Indonesia Profesor Arief Boediono mengatakan selama ini pasien fertilitas banyak yang berobat ke Malaysia dan Singapura. Padahal, layanan yang sama di dalam negeri kualitasnya lebih bagus dari luar negeri.
Menerapkan teknologi canggih untuk program bayi tabung, menurut dia, JIH dan Morula IVF ingin membawa pasangan yang berobat ke luar negeri untuk kembali berobat ke Indonesia, terutama di Jogja.
"Kami ingin menggali potensi wisata di DIY. Ini juga menjadi dasar pengembangan konsep medical tourism di Jogja. Sebab peserta program bayi tabung memiliki tingkat stres yang tinggi dibandingkan pasien lainnya," katanya di sela peletakan batu pertama pembangunan Gedung Morula IVF di RS JIH Jogja, Sabtu (14/12/2019).
Oleh karenanya, dengan konsep medical tourism khususnya fertility tourism pasien bisa bersantai atau sekadar menikmati wisata di Jogja. Apalagi selama ini Jogja terkenal sebagai kota wisata dengan beragam keunikannya. "Jadi mereka ke Jogja seolah-olah hanya untuk rileks saja, jalan-jalan tetapi sebenarnya menjalani program in vitro fertilisation [IVF]," katanya.
Dengan begitu, pasien menjadi tidak terbebani. Semakin pasien rileks dan semakin nyaman mereka menjalani terapi, maka tingkat keberhasilan program bayi tabung bisa semakin tinggi. "Kami bersama RS JIH akan menggandeng agen perjalanan dengan beragam paket sesuai keinginan pasien," katanya.
Morula, menurut Arief merupakan penyedia layanan bayi tabung swasta di Indonesia. Dari 36 layanan program bayi tabung 10 di antaranya atau sekitar 40% ditangani oleh Morula.
Selama 21 tahun, ada 9.000 pasangan yang ditangani Morula dengan jumlah bayi yang dilahirkan sebanyak 4.300 anak. "Artinya, program bayi tabung memiliki tingkat keberhasilan sebesar 40-50 persen," ungkap Arief.
Pertengahan 2020
Presiden Direktur RS JIH Mulyo Hartana mengatakan pembangunan Gedung Morula dimulai tahun depan di lahan seluas 800 meter persegi. Diharapkan gedung dua lantai tersebut bisa dimanfaatkan pada pertengahan 2020.
"RS JIH satu dari tiga rumah sakit yang memiliki layanan program bayi tabung di Jogja. Gedung baru ini bisa memberi layanan dengan maksimal kepada pasien," katanya.
Program bayi tabung juga akan hadir di Solo dan Purwokerto agar lebih menjangkau kepada masyarakat. Hal itu bertujuan untuk mencegah masyarakat berobat ke luar negeri untuk mendukung medical tourism di Jogja.
"Jadi tidak perlu pergi ke luar negeri. Cukup di Jogja. Fasilitas siap, teknologi canggih dan suasana di Jogja yang nyaman akan memberikan ketenangan bagi pasangan yang menjalani program ini," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wawali Solo Astrid Widayani mengapresiasi layanan BPJS Ketenagakerjaan dan mendorong sinergi pemberdayaan peserta serta ahli waris melalui UMKM dan pelatihan.
Jadwal KRL Solo-Jogja dari Palur pada Selasa 22 September 2026 tersedia mulai 05.00 WIB. Simak jadwal lengkap di tiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 22 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif flat Rp8.000.
Propam Polresta Jogja menetapkan Aipda S sebagai terduga pelanggar kasus Alkid dan mengamankannya di Patsus untuk pemeriksaan.
Nusantara Explorer segera hadir sebagai kereta wisata KAI. Simak fasilitas, kapasitas, progres kesiapan, dan gambaran harga tiketnya.
Influenza tipe A belum ditemukan di Jogja. Hasto meminta puskesmas memperkuat skrining dan rujukan pasien bergejala berkepanjangan.