Mau Wisata ke Pantai Gunungkidul, 2 Kelompok Pelajar Terlibat Gesekan di Jalan

Dua kelompok pelajar berhasil diamankan oleh jajaran Polsek Panggang usai terjadi gesekan di Jl. Panggang-Wonosari Km 0,5, Desa Giriharjo, Kecamatan Panggang pada Sabtu (14/12/2019). - Ist/ Dok Polsek Panggang
15 Desember 2019 05:17 WIB Muhammad Nadhir Attamimi Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL - Dua kelompok pelajar berhasil diamankan oleh jajaran Polsek Panggang usai terjadi gesekan di Jl. Panggang-Wonosari Km 0,5, Desa Giriharjo, Kecamatan Panggang pada Sabtu (14/12/2019).

Gesekan terjadi diketahui sekitar pukul 09.00 WIB. Kejadian bermula saat rombongan pelajar SMA UII Jogja dicegat oleh rombongan yang mengatasnamakan SMK N 1 Sewon, Bantul, menggunakan motor saat menuju pantai di Gunungkidul.

Kapolsek Panggang, AKP Mujiman mengungkapkan kronologinya, saat itu rombongan pengendara motor pelajar SMA UII Yogyakarta sebanyak 40 orang pelajar melintas di wilayah Panggang dengan tujuan wisata ke pantai selatan Gunungkidul. Saat melintas di Jalan Panggang Imogiri Km 4, satu anggota rombongan sempat dipepet.

"Rombongan pemotor yang mengatasnamakan SMK N 1 Sewon menanyakan identitas dan tujuan dari rombongan pemotor SMA UII Jogjakarta tersebut," kata Mujiman melalui pesan tertulis yang diterima Harianjogja.com, Sabtu (14/12/2019) malam.

Setibanya di TKP yang diketahui berada di sebelah timur Terminal Panggang, rombongan SMK N 1 Sewon kembali menghampiri rombongan SMA UII Jogja lainnya. "Saat itu terjadilah percekcokan dan akhirnya berujung penganiayaan yakni pemukulan dan sabetan ikat pinggang kepada dua pelajar SMA UII," ujarnya.

Korban yang diketahui berjumlah dua orang berinisial DR, 18, dan AS, 18, mengalami luka lebam di tangan kanan dan kiri akibat pukulan tangan kosong dan sabetan ikat pinggang. Setelah korban dimintai keterangan, pihak kepolisian berhasil mengantongi ciri-ciri para pelaku.

Tak menunggu waktu lama, sekira pukul 13.00 WIB, jajaran Polsek Panggang berhasil mengamankan para pelaku dan rombongannya di obyek wisata Pantai Ngeden, Desa Krambil Sawit, Saptosari dan digiring menuju Polsek Panggang untuk dimintai keterangan.

Dari hasil pemeriksaan, diketahui kedua rombongan tersebut tidak ada niatan untuk melakukan tawuran atau perkelahian. Mereka bertujuan awal akan melakukan wisata ke pantai Gunungkidul dalam rangka liburan setelah menyelesaikan ujian akhir semester.

"Mereka tidak ada yang ikut dalam gank atau kelompok klitih yang selama ini meresahkan masyarakat," ujarnya.

Mujiman mengatakan usai dimintai keterangan, pihaknya akan melakukan pembinaan kepada kedua kelompok pelajar itu. Diakuinya juga orang tua para pelajar akan dipanggil ke Polsek Panggang. "Setelah dimintai keterangan akan kami panggil orang tua mereka," ujarnya.

Ia menuturkan kejadian kesalahpahaman antar rombongan pengendara motor yang berujung terjadinya penganiayaan tersebut diselesaikan secara kekeluargaan dan yang terlibat sudah membuat surat pernyataan.

"Untuk para pelaku dilakukan pembinaan yaitu untuk apel setiap hari Senin dan Kamis di Polsek Panggang," ujarnya.