Jadi Target Polisi pada 2020, Ini Wilayah di Sleman yang Disebut Rawan Klithih

Ilustrasi. - JIBI/Solopos
27 Desember 2019 18:37 WIB Newswire Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Polres Sleman bertekad menumpas klithih di wilayah tersebut pada 2020.

Kasus kekerasan di jalanan (klitih) menjadi salah satu target yang menjadi perhatian dari Polres Sleman. Selama 2019 terdapat 13 kasus dan baru delapan yang berhasil diungkap.

“Klitih menjadi salah satu prioritas di 2020 karena tahun ini ada 13 kasus dan baru delapan yang terungkap,” kata Kapolres Sleman, AKBP Rizky Ferdiansyah di Mapolres Sleman, Jumat (27/12/2019).

Untuk menekan kasus klitih, Rizky telah meminta setiap kepolisian sektor (Polsek) untuk melakukan pemetaan di wilayah masing-masing. Menurutnya tempat-tempat itu menjadi prioritas pengamanan dalam setiap patroli.

Dalam setiap patroli, mereka disarankan untuk senantiasa melakukan pendekatan kepada masyarakat. Dia meminta petugas yang melakukan patroli tak segan menegur masyarakat yang masih berkumpul di atas jam malam.

“Kami minta mereka untuk mendatangi, dan menanyakan alasan mengapa mereka ada di tempat itu,” ujarnya.

Dia mencontohkan bahwa petugas patroli pernah menemukan sekelompok anak muda yang berkumpul di suatu tempat. Ketika ditanya, mereka mengaku sedang berjaga di kampung.

Namun mereka justru menyimpan senjata tajam. Dari hasil analisis dan evaluasi, titik rawan klithih berada di kecamatan Godean, Gamping, dan Depok serta Mlati.

Selain kasus klitih, kasus yang menonjol di Sleman dan menjadi perhatian adalah kasus gesekan antarsuporter yang sering terjadi usai pertandingan sepak bola di Yogyakarta. Dia mengingat kembali bahwa pernah ada gesekan berdarah antarsuporter di kawasan Maguwoharjo yang menimbulkan korban jiwa meninggal dunia.

“Kasus teror bom molotov juga menjadi prioritas ke depan,” ucapnya.

Sumber : Inews.id