Diincar Sejumlah Partai, Rektor UNY Deklarasikan Diri Siap Maju Jadi Cabup Gunungkidul

Rektor UNY Prof. Sutrisna Wibawa. - Harian Jogja/Sunartono
27 Desember 2019 16:17 WIB Rahmat Jiwandono Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, SLEMAN-Ketua DPD PAN Gunungkidul, Arif Setiadi memastikan Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Sutrisna Wibawa telah berkomunikasi dengan partainya untuk maju menjadi calon bupati Gunungkidul pada Pilkada 2020.

Ketua DPD PAN Gunungkidul, Arif Setiadi mengungkapkan, jika Sutrisna tak sendiri dalam penjaringan bakal calon bupati yang akan diusung oleh partainya. Setidaknya ada dua orang sedang dijajaki oleh partainya.

Sutrisna sebagai putra asli Bumi Handayani, disebutnya masih terus dikerucutkan dan digodok oleh partai sebagai salah satu bakal calon. Sutrisna juga telah bertemu dengan Tim 15 yang diketuai oleh Supriyana, dan telah melakukan komunikaasi politik untuk kepentingan Pilkada 2020.

“Tiga tokoh itu sudah bertemu dengan tim 15," ujar Arif pada Jumat (27/12/2019).

Pihaknya masih membidik tiga tokoh tersebut untuk komunikasi dan masih terus mengerucutkan (belum ada calon bupati pasti). Ia berharap pada Januari sudah ada nama yang dikerucutkan untuk menjadi calon bupati Gunungkidul yang diusung PAN.

Sutrisna juga diincar Partai Nasdem. Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Nasdem DIY, Tommy Nursamsul bahwa Sutrisna Wibawa masuk dalam radar Partai Nasdem. Selain Sutrisna, ada sembilan lagi calon yang sedang dijajaki oleh Nasdem.

“DPP yang akan menetapkan pasangan cabup-cawabup dalam Pilkada tahun 2020 yang akan datang. Saat ini, yang dilakukan DPW adalah menjaring untuk menargetkan memenangkan kursi bupati di Gunungkidul, Sleman, dan Bantul. Ada 10 cabup-cawabup yang dijaring Nasdem,” kata Tommy.

Sutrisna Wibawa menyatakan siap menjadi bupati jika memang dibutuhkan masyarakat Bumi Handayani. “Saya asli Gunungkidul. Apabila dibutuhkan, saya siap berkontribusi untuk Gunungkidul,” ujarnya.

Sutrisna mengatakan tidak hanya empat partai tersebut yang sedang berkomunikasi dengannya. Beberapa partai lain juga sedang menjajaki komunikasi dan koordinasi internal dengannya.

Penjaringan dan komunikasi kepada Sutrisna, disebutnya dapat berlangsung dengan baik karena ia berstatus sebagai putra daerah asli Kecamatan Karangmojo, Gunungkidul. Sampai saat ini Sutrisna juga masih tinggal di Dusun Sokoliman.

Pengalaman aktif di pemerintahan baik Pusat maupun daerah, juga menjadi nilai tambah tersendiri. Ditambah lagi selama masa jabatannya di Kemenristekdikti dan UNY, Sutrisna banyak bersentuhan dengan masyarakat. Misalnya melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dalam kapasitasnya sebagai pimpinan universitas, dosen, dan peneliti.

“Oleh karena itu, bagi saya membangun Gunungkidul tidak harus jadi bupati," kata dia.

Menurutnya, selama ini dalam kapasitasnya sebagai pimpinan maupun akademisi guru besar di kampus, diberikan agar bermanfaat bagi masyarakat luas.