Korban Tewas Akibat Gempa M7,7 NTT Bertambah Jadi 14 Orang
BNPB mencatat 14 orang meninggal akibat gempa M7,7 NTT. Sebanyak 2.000 warga mengungsi dan puluhan rumah mengalami kerusakan.
Wisatawan sedang menikmati liburan di lawasan Pantai Parangtritis, Sabtu (28/12/2019) sore. /Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL- Sebanyak empat wisatawan terseret ombak saat bermain air di kawasan Pantai Depok, Desa Parangtritis, Kretek, Bantul, Sabtu (28/12/2019). Semua korban kecelakaan laut yang terjadi sekitar pukul 09.10 WIB tersebut selamat setelah mendapat pertolongan dari Tim Search and Rescue (SAR) Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas).
Empat korban itu adalah Fahrudin, 17, Debi Susanto, 27, Faizal, 16, dan Frenki, 15. Sekretaris Satlinmas Wilayah Operasi III Parangtritis, Arief Nugraha mengatakan keempat wisatawan yang terseret ombak itu merupakan rombongan tiga bus dari Pondok Pesantren Ora Aji pimpinan Gus Miftah.
Keempat orang awalnya bermain air di pinggiran pantai, namun tanpa disadari ombak besar datang dan terbawa arus balik. Petugas SAR yang berjaga di Pantai Depok langsung melakukan pertolongan dan mengrvakuasi korban ke pinggir pantau. "Semua selamat dan dikembalikan kepada rombongan," kata Arief disela-sela bertugas di Pantai Parangtritis, Sabtu (28/12/2019) sore.
Arief mengatakan keempat korban itu sebenarnya tidak terlalu ke tengah laut saat bermain air. Namun karena karakter bibir pantai yang curam sehingga jika ada ombak besar cukup membahayakan. Pihaknya tidak menyarankan untuk mandi di sepanjang pantai tersebut.
Dua hari sebelumnya ataU Kamis (26/12/2019), tiga orang wisatawan juga terseret ombak di Pantai Parangtritis. Bahkan salah satunya mengalami patah tulang dan harus dirujuk ke Rumah Sakit Umum Panembahan Senopati Bantul. Korban patah tulang kaki adalah Siti Fatonah, 34, asal Grobogan, Jawa, Jawa Tengah.
Awalnya Fatohan bermain air di pinggir pantai namun terbawa ombak arus balik, "Kakinya naham ke pasir sampai terkilir," kata Arief. Sementara dua wisatawan lainnya yang terbawa ombak larena berenang di seputaran palung. Keduanya adalah Wahyu Malil, 17, warga Ponorogo, Jawa Timur dan Rhasta Aulia, 13, warga Bekasi, Jawa Barat.
Arief berujar proses evakuasi korban Wahyu Malil sempat terkendala ombak besar, namun dapat terselamatkan. Ia memastikan tujuh wisatawan yang terbawa ombak di Parangtritis dan Depok dalam tiga hari terakhir semuanya selamat.
Lebih lanjut Arief mengatakan selama libur Natal dan Tahun Baru 2020 ini jumlah wisatawan di Pantai Parangtritis dan Depok masih cukup tinggi dan diperkirakan puncak kunjungan terjadi pada 1 Januari nanti. Pihaknya sudah menyiagakan sebanyak 69 personel SAR yang berjaga di sepanjang Parangtritis dan Depok.
Data kunjungan wisatawan yang tercatat di Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Parangtritis pada Sabtu (28/12) sore sebanyak 17.900 orang. Jumlah tersebut terhitung sejak pukul 06.00 WIB sampai pukul 16.30 WIB dam belum temasuk data kunjungam di Pantai Depok.
Sementara kunjungan pada Jumat sebanyak 15.400 orang, Kamis sebanyak 18.600 orang, Rabu 23.250 orang dan Selasa sebanyak 23.950 orang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BNPB mencatat 14 orang meninggal akibat gempa M7,7 NTT. Sebanyak 2.000 warga mengungsi dan puluhan rumah mengalami kerusakan.
Remaja Korsel kini memilih SMK semikonduktor daripada kuliah. Lulusan langsung bekerja di Samsung dengan gaji Rp1,99 M/tahun, bonus hingga Rp7,1 M. AS juga keku
Ganda putra Indonesia punya 10 gelar juara dunia, terbanyak sepanjang sejarah. Fajar/Shohibul Fikri jadi tumpuan di BWF World Championships 2026 India. Bisa tam
Porsche Taycan dikabarkan bakal dihentikan produksinya pada 2030. Laporan media Jerman menyebut manajemen dan dewan pekerja telah sepakat. CEO Michael Leiters b
Slipknot resmi mengumumkan perpisahan dengan Sid Wilson setelah hampir tiga dekade bersama. Alasan keluarnya sang DJ masih menjadi misteri.
Kemkomdigi meminta Google dan Apple menghapus aplikasi Hornet dari Play Store dan App Store di Indonesia karena persoalan kepatuhan aturan PSE dan aduan masyara