4 Wisatawan Rombongan Ponpes Gus Miftah Terseret Ombak di Parangtritis

Wisatawan sedang menikmati liburan di lawasan Pantai Parangtritis, Sabtu (28/12/2019) sore. - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
28 Desember 2019 23:17 WIB Newswire Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL- Sebanyak empat wisatawan terseret ombak saat bermain air di kawasan Pantai Depok,  Desa Parangtritis,  Kretek,  Bantul,  Sabtu (28/12/2019). Semua korban kecelakaan laut yang terjadi sekitar pukul 09.10 WIB tersebut selamat setelah mendapat pertolongan dari Tim Search and Rescue (SAR) Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas).

Empat korban itu adalah Fahrudin, 17, Debi Susanto,  27, Faizal, 16, dan Frenki,  15. Sekretaris Satlinmas Wilayah Operasi III Parangtritis,  Arief Nugraha mengatakan keempat wisatawan yang terseret ombak itu merupakan rombongan tiga bus dari Pondok Pesantren Ora Aji pimpinan Gus Miftah. 

Keempat orang awalnya bermain air di pinggiran pantai,  namun tanpa disadari ombak besar datang dan terbawa arus balik. Petugas SAR yang berjaga di Pantai Depok langsung melakukan pertolongan dan mengrvakuasi korban ke pinggir pantau.  "Semua selamat dan dikembalikan kepada rombongan," kata Arief disela-sela bertugas di Pantai Parangtritis, Sabtu (28/12/2019) sore.

Arief mengatakan keempat korban itu sebenarnya tidak terlalu ke tengah laut saat bermain air.  Namun karena karakter bibir pantai yang curam sehingga jika ada ombak besar cukup membahayakan.  Pihaknya tidak menyarankan untuk mandi di sepanjang pantai tersebut.

Dua hari sebelumnya ataU Kamis (26/12/2019), tiga orang wisatawan juga terseret ombak di Pantai Parangtritis.  Bahkan salah satunya mengalami patah tulang dan harus dirujuk ke Rumah Sakit Umum Panembahan Senopati Bantul.  Korban patah tulang kaki adalah Siti Fatonah,  34, asal Grobogan,  Jawa, Jawa Tengah.

Awalnya Fatohan bermain air di pinggir pantai namun terbawa ombak arus balik,  "Kakinya naham ke pasir sampai terkilir," kata Arief.  Sementara dua wisatawan lainnya yang terbawa ombak larena berenang di seputaran palung.  Keduanya adalah Wahyu Malil,  17, warga Ponorogo,  Jawa Timur dan Rhasta Aulia,  13, warga Bekasi,  Jawa Barat. 

Arief berujar proses evakuasi korban Wahyu Malil sempat terkendala ombak besar,  namun dapat terselamatkan.  Ia memastikan tujuh wisatawan yang terbawa ombak di Parangtritis dan Depok dalam tiga hari terakhir semuanya selamat.

Lebih lanjut Arief  mengatakan selama libur Natal dan Tahun Baru 2020 ini jumlah wisatawan di Pantai Parangtritis dan Depok masih cukup tinggi dan diperkirakan puncak kunjungan terjadi pada 1 Januari nanti.  Pihaknya sudah menyiagakan sebanyak 69 personel SAR yang berjaga di sepanjang Parangtritis dan Depok.

Data kunjungan wisatawan yang tercatat di Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Parangtritis pada Sabtu (28/12) sore sebanyak 17.900 orang.  Jumlah tersebut terhitung sejak pukul 06.00 WIB sampai pukul 16.30 WIB dam belum temasuk data kunjungam di Pantai Depok. 

Sementara kunjungan pada Jumat sebanyak 15.400 orang,  Kamis sebanyak 18.600 orang,  Rabu 23.250 orang dan Selasa sebanyak 23.950 orang.