Menhub Minta Bus dan Kereta Api ke Bandara YIA Ditingkatkan

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau perkembangan Yogyakarta International Airport pada Sabtu (28/12/2019). - Harian Jogja/Lajeng Padmaratri
28 Desember 2019 17:17 WIB Lajeng Padmaratri Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO- Belum maksimalnya aksesibilitas antara Yogyakarta International Airport (YIA) dengan moda transportasi lain menjadi sorotan Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi. Ia meminta PT. Angkasa Pura I (AP I) terus berkoordinasi dengan PT. Kereta Api Indonesia (KAI) dan Damri untuk mensinergi antarmoda.

Hal ini disampaikannya dalam kunjungan Menhub ke Yogyakarta International Airport pada Sabtu (28/12/2019). Ia tiba sekitar pukul 10.20 WIB menggunakan pesawat Batik Air dan langsung melakukan rapat terbatas dengan AP I, Wakil Menteri BUMN Kartiko Wirjoatmodjo, serta Dirut PT. KAI Edi Sukmoro.

Budi menuturkan aksesibilitas antarmoda di YIA harus terjalin untuk memberikan kepastian bagi penumpang. "Kami memastikan antarmoda yang ada di sini dapat terkait, yaitu kereta api dan bus," kata dia.

Hal ini diperlukan mengingat lokasi bandara baru di Kulonprogo ini berada di tepi laut dan jaraknya cukup jauh dengan pusat kota, baik ke arah pusat Kota Wates yang harus ditempuh selama 30 menit serta pusat Kota Jogja selama 1,5 jam.

Untuk mengantisipasi hal ini, kereta api dianggapnya merupakan moda transportasi dengan jarak tempuh yang relatif paling singkat ketimbang bus, terlebih dengan jalurnya yang khusus dan bebas kemacetan. Meski begitu, sinergi dengan armada bus menurutnya tak boleh diabaikan. Keduanya harus punya ketepatan waktu pemberangkatan yang pasti.

"Saya berharap headway [kereta api] ada kepastian. Paling enggak satu jam sekali, syukur-syukur 45 menit sekali. Begitu pula Damri, nanti kita cari titik tertentu, bisa di utara atau selatan," tuturnya.

Jika sudah ada kepastian pemberangkatan, penumpang bisa mengukur secara mandiri estimasi waktunya dalam menggunakan moda transportasi satu sama lain.