BYD M6 Tes Jalan di Bantul, MPV Listrik Tembus 530 Km
BYD gelar test drive MPV listrik BYD M6 di Bantul. Mobil listrik keluarga ini diklaim mampu menempuh 350 km sekali cas.
Ilustrasi ibu hamil
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul terus berupaya menekan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) lantaran angkanya di Bumi Projotamansari masih tinggi. Sepanjang tahun ini, tercatat ada 13 ibu meninggal dunia karena melahirkan dan sebanyak 115 bayi meninggal setelah dilahirkan.
Berdasarkan data Dinkes Bantul, jumlah kematian bayi yang dilahirkan tahun ini lebih banyak ketimbang tahun lalu yang hanya 107 kasus, sedangkan kematian ibu melahirkan selama 2018 sebanyak 14 kasus. “Kami sudah berusaha untuk mengendalikannya [menekan angka kematian ibu dan bayi] tapi memang tidak mudah,” kata Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Bantul, Fauzan, Sabtu (28/12/2019).
Fauzan mengatakan ada sejumlah faktor yang menyebabkan kematian ibu melahirkan, seperti pendarahan, sakit jantung dan hipertensi. Menurut dia, faktornya tidak hanya dari medis, namun banyak faktor yang mempengaruhi seperti faktor sosial ibu yang belum siap hamil atau hamil muda, pengetahuan kehamilan yang kurang, hingga keterlambatan mendapat rujukan dan penanganan.
Dinkes Bantul, kata dia, sebenarnya sejak awal sudah berupaya melibatkan sejumlah pihak, baik dari internal dinas maupun di luar PemkabBantul.
Dari internal dinas ada tim monitoring angka kematian ibu yang terdiri dari semua pejabat struktural dokter, bidan, dan perawat. Selain itu juga telah terbentuk tim pendamping atau konsultan di masing-masing puskesmas.
“Pendamping tersebut memiliki kewajiban untuk membina dan mendamping kalau ada persoalan ibu dan anak di puskesmas. Tim akan melihat ke bawah apa yang harus diperbaiki bersama. Tenaga kesehatan ibu dan anak apakah sudah kompeten atau belum,” kata Fauzan.
Tak hanya itu, Dinkes juga mengajak dokter spesialis kandungan di beberapa rumah sakit menjadi konsultan di masing masing puskesmas. Dengan demikian tenaga medis di puskesmas bisa menanyakan langsung pada dokter spesialis yang sudah ditunjuk.
Lebih lanjut Fauzan mengatakan kematian bayi juga bukan hanya dari faktor medis namun juga faktor sosial. “Kami tak bosan-bosan menyosialisasikan soal kesehatan ibu dan bayi melalui program 1.000 hari pertama kehidupan (HPK), yakni mulai masa kehamilan dan pemberian ASI,” ucp dia.
Tidak hanya rumah sakit negeri, namun sejumlah rumah sakit swasta juga turut serta fokus menekan angka kematian ibu dan bayi, di antaranya dalah Rumah Sakit UII dan Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Bantul, bahkan RS PKU Muhammadiyah Bantul menjadikan unit pelayanan anak terpadu salah satu produk unggulannya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BYD gelar test drive MPV listrik BYD M6 di Bantul. Mobil listrik keluarga ini diklaim mampu menempuh 350 km sekali cas.
Prabowo menargetkan NTT hijau kembali dalam 10 tahun lewat penghijauan, permaculture, nursery, desalinasi, dan pengembangan lahan pangan.
Jalur pendakian Gunung Semeru ditutup total akibat kebakaran hutan di Blok Ranu Kembang. Akses Malang-Lumajang dan Ranu Regulo tetap dibuka.
Skandal dugaan pemalsuan laporan orang hilang di Jeju memicu kekhawatiran wisatawan setelah empat orang ditemukan meninggal dalam tiga hari.
Layanan Trans Jogja di Terminal Giwangan pindah ke ruang tunggu baru mulai 27 Agustus 2026. Simak lokasi, rute, jam operasional, dan tarifnya.
WNA Australia BA diamankan Polres Badung usai diduga berbuat asusila di depan rumah warga. Aksinya viral di media sosial.