Aksesibilitas ke Bandara YIA Masih Kurang

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau perkembangan Yogyakarta International Airport pada Sabtu (28/12/2019). - Harian Jogja/Lajeng Padmaratri
29 Desember 2019 08:47 WIB Lajeng Padmaratri Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO-- Aksesibilitas antara Yogyakarta International Airport (YIA) dengan moda transportasi lain belum maksimal.

Pelaksana Tugas Sementara General Manager YIA, Agus Pandu Purnama mengakui jika aksesibilitas di YIA masih kurang. Untuk itu, pihaknya terus berkoordinasi dengan moda transportasi lain untuk bersinergi.

"Aksesibilitas memang masih menjadi handicap-nya bandara, karena jaraknya dengan downtown cukup jauh, jadi kami akan membahas ini supaya headway-nya jelas dan dipublikasikan ke masyarakat," kata dia, saat menerima kunjungan Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi di Yogyakarta International Airport pada Sabtu (28/12/2019).

Saat ini, akses kereta api menuju YIA via Stasiun Wojo, Purworejo sudah tersedia 34 kereta yang terdiri dari 24 kereta bandara dan 10 kereta intercity. Dari Stasiun Wojo, penumpang bisa menggunakan bus Damri untuk menuju ke YIA sementara rel kereta api yang langsung menuju YIA sedang dibangun.

"Dari internal YIA kami juga akan join dengan bus baik swasta maupun BUMN untuk memberikan subsidi, sehingga harganya bisa terjangkau untuk rute tertentu," tambah Pandu.

Sejauh ini, YIA sudah melayani 34 penerbangan. Bandara ini baru akan sepenuhnya beroperasi pada Maret 2020 mendatang. Saat ini progres pembangunan bandara mencapai 89% dan akan terus dikejar hingga awal tahun, sekaligus dengan pemindahan 150 penerbangan domestik dan 16 penerbangan internasional dari Bandara Adisutjipto ke YIA.