Sampah di Malioboro Membludak, Petugas Kebersihan Harus Berjibaku dengan Kemacetan

Kemacetan di ruas jalan pusat perbelanjaan Malioboro, Senin (18/6/2018). - Harian Jogja/Salsabila Annisa Azmi
30 Desember 2019 22:47 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), produksi sampah di Kota Jogja khususnya di tempat wisata meningkat. Untuk mengantisipasi membludaknya TPS, Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja menambah satu kontainer berlokasi di Parkiran Abu bakar Ali untuk menampung sampah di kawasan Malioboro.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja, Suyana, menjelaskan di Malioboro selama ini sudah ada empat TPS, yakni kontainer di Pasar Sore, Depo Pringgokusuman, TPS pintu masuk Stasiun Tugu dan di Taman Budaya Yogyakarta (TBY).

“Minimal ada empat tempat itu yang permanen. Lalu selama liburan ini kami tambahkan satu truk posisi ada di Parkir ABA, standby mulai jam 22.00 WIB. Kami siagakan truk tambahan ini sampai 9 januari,” ujarnya, Senin (30/12/2019).

Peningkatan sampah di masa liburan kata dia bisa mencapai tiga kali lipat. Jika di hari biasa cukup satu kontainer dengan kapasitas enam meter kubik untuk mengangkut semua sampah di Malioboro, maka pada musim liburan perlu setidaknya tiga kontainer.

Permasalahan lebih besar kata dia bukan soal volume sampah, tapi akses truk pengangkut sampah menuju TPS di sekitar Malioboro. Pada musim liburan, kondisi jalan dipastikan macet panjang dan ini menyebabkan butuh waktu berjam-jam bagi truk pengangkut untuk bisa ke TPS di sekitar Malioboro.

Untuk mengantisipasi sejumlah tempat sampah di kawasan Malioboro yang membludak, pihaknya akan menambah fasilitas trash bag di sekitar tempat sampah. “Sampah belum bisa dibawa keluar, tapi tertata rapi di trash bag yang berada di samping tempat sampah,” ungkapnya.