Urus Paspor Kini Bisa di Gunungkidul, Tak Perlu ke Kota Jogja
Layanan paspor kini hadir di MPP Dhaksinarga Gunungkidul, memudahkan warga tanpa perlu ke Kota Yogyakarta atau Sleman.
Warga bersiap mengikuti kerja bakti memperbaiki rumah Ngadiyat yang rusak tertimpa pohon mahoni, Senin (21/1/2019)/Istimewa-BPBD Gunungkidul
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Masyarakat diminta terus mewaspadai potensi bencana seiring meningkatnya intensitas hujan di awal tahun. Diprediksi puncak musim hujan di Gunungkidul terjadi di akhir Januari 2020.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki, mengatakan intensitas hujan yang turun diprediksi akan terus meningkat. Hasil koordinasi dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIY, puncak musih hujan terjadi mulai akhir Januari hingga Februari 2020. “Saat ini belum memasuki puncak musim hujan, tapi masyarakat tetap harus waspada terhadap potensi bencana yang mungkin terjadi,” kata Edy kepada wartawan, Senin (30/12/2019).
Menurut dia, potensi bencana yang patut diwaspadai di antaranya banjir, tanah longsor dan angin kencang. Untuk angin kencang, kata Edy, ancaman merata di seluruh wilayah di Gunungkidul. Dampak dari embusan angin kencang sudah mulai terlihat. Pada Minggu (29/12) petang, BPBD Gunungkidul mendapatkan laporan 28 rumah rusak ringan dan satu rumah rusak berat akibat terjangan angin kencang. Peristiwa terjadi di beberapa desa seperti Getas dan Dengok di Kecamatan Playen; Desa Sidorejo, Kecamatan Ponjong dan Karangtengah di Kecamatan Wonosari. “Selain itu aliran listrik juga putus karena instalasi PLN tertimpa pohon. Meski ada kerusakan, secara umum kejadian tidak sampai menimbulkan korban jiwa,” katanya.
Untuk dua potensi bencana lainnya yang mengancam yakni banjir dan tanah longsor. Untuk potensi longsor tersebar di beberapa kecamatan seperti Patuk, Gedangsari, Nglipar, Ngawen, Semin dan Ponjong. Sedangkan potensi banjir ada di beberapa lokasi seperti di sepanjang aliran Kali Oya dan Kali Besole di Kota Wonosari. “Intensitas hujan yang meningkat, maka potensi terjadi musibah atau bencana juga semakin tinggi,” katanya.
Untuk mengantisipasi bencana saat musim hujan, BPBD Gunungkidul sudah menyiapkan status darurat banjir dan longsor. Peningkatan status ini sebagai upaya kesiapsiagaan menghadapi bencana saat musim hujan. “Kami harus melakukan antisipasi sehingga saat terjadi bencana dampaknya bisa ditekan sekecil mungkin,” katanya.
Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Gunungkidul, Surisdiyanto, mengatakan jajarannya selalu siaga untuk membantu evakuasi saat terjadi bencana di musim penghujan. “Kami siap turun membantu masyarakat saat dibutuhkan. Kami berharap masyarakat bisa berhati-hati terhadap potensi musibah saat hujan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Layanan paspor kini hadir di MPP Dhaksinarga Gunungkidul, memudahkan warga tanpa perlu ke Kota Yogyakarta atau Sleman.
KPK mengawasi program Makan Bergizi Gratis agar bebas korupsi. Anggaran MBG 2026 mencapai Rp268 triliun dan jadi sorotan.
Kemeriahan Laki Code kemudian ditutup dengan special performance dari DJ Paws dan Los Pakualamos yang memukau dari panggung utama
UII mengecam penangkapan relawan dan jurnalis dalam misi Global Sumud Flotilla menuju Gaza, termasuk alumnus UII asal Indonesia.
Jadwal KA Bandara YIA menuju Stasiun Tugu Yogyakarta dan sebaliknya pada 20 Mei 2026, lengkap dari pagi hingga malam hari.
Lamine Yamal menargetkan rekor sebagai pemain Spanyol termuda yang mencetak hat-trick di Piala Dunia 2026 bersama La Roja.