Barang Peninggalan Warga Tionghoa di Jogja Bakal Dipamerkan di PBTY

Kampung Ketandan. - JIBI
02 Januari 2020 08:37 WIB Herlambang Jati Kusumo Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) 2020 sebagai rangkaian Tahun Baru Imlek yang akan jatuh pada Sabtu (25/1), akan menyajikan hal berbeda dari tahun sebelumnya. Pasalnya tahun ini akan digelar pameran benda peninggalan warga Tionghoa.

Ketua I Jogja Chinees Arts & Culture Centre (JCACC), Jimmy Sutanto mengatakan secara garis besar kegiatan hampir sama dengan tahun-tahun sebelumnya dan akan diadakan pada Minggu (2/2/2020)-Sabtu (8/2/2020).

“Garis besar sama, tetapi kami berupaya meningkatkan acara dan mutu. Di Jalan Ketandan Selatan Nomor 9, sisi barat jalan telah di-upgrade Rumah Budaya, akan digelar pameran berbagai perabot peninggalan keturunan Tionghoa,” kata Jimmy, Rabu (1/1/2020).

Ketua Divisi pameran PBTY 2020, Agus Handoko menjelaskan rumah peninggalan yang akan digunakan untuk lokasi pameran adalah peninggalan Kapiten Tionghoa, Tan Jin Sing dan rumah tersebut telah dibeli oleh Pemerintah Daerah (Pemda) DIY dan telah direnovasi.

“Nanti pada saat PBTY, rumah tersebut akan saya jadikan living museum. Sehingga akan diisi dengan barang-barang keperluan rumah tangga orang Tionghoa peranakan. Nanti akan terlihat selayaknya rumah tinggal,” kata Agus.

Masyarakat bisa punya gambaran seperti apa rumah tinggal Tionghoa peranakan zaman dahulu. Akan dipamerkan meja, kursi, tempat tidur, ruang makan dan perlengkapannya, dapur dan perlengkapannya, hingga bagian kamar mandi dan akan ada peragaan membatik motif China.

“Harapannya dengan itu tidak hanya sekadar mengerti tentang rumah tinggalnya, tetapi juga kehidupan mereka, bahkan sejarah Tionghoa peranakan di Jogja, peran warga Tionghoa di masyarakat. Supaya generasi muda tidak lupa sejarah nenek moyangnya,” katanya.