Tujuh Kasus DBD Muncul di Kulonprogo di Awal Tahun

Ilustrasi. - Antarafoto
10 Januari 2020 00:17 WIB Lajeng Padmaratri Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kulonprogo mencatat sepanjang tahun 2020 yang baru berlangsung selama sembilan hari ini sudah memunculkan tujuh kasus demam berdarah dengue (DBD).

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kulonprogo Th. Baning Rahayujati menyebutkan belum mendata asal pasien, namun ia memastikan ketujuh pasien berasal dari dataran rendah.

"Biasanya ini menjangkiti dataran rendah dan kawasan berpenduduk padat, antara lain di Galur, Wates, Pengasih, dan Sentolo," jelasnya, Jumat (9/1/2020). Saat ini ketiga pasien dirawat di Rumah Sakit Rizki Amalia, Lendah dan empat lainnya dirawat di RSUD Nyi Ageng Serang, Sentolo

Tahun 2019 kemarin, angka DBD di Kulonprogo mencapai 296 kasus. Sementara, tahun 2018 jumlahnya jauh di bawahnya yaitu 109 kasus.

Pelaksana Tugas Kepala Dinkes Kulonprogo, Sri Budi Utami mengimbau masyarakat supaya dapat membersihkan area yang disinyalir menjadi tempat pembiakan nyamuk aedes aegypti. "Terlebih ini musim hujan, genangan air perlu dibersihkan," katanya.

Ia menekankan warga perlu melakukan pengamatan menyeluruh jika ada tempat bertelur nyamuk dan melakukan pemberantasan sarang nyamuk mandiri. "Kalau ada kecurigaan kasus DBD, segera periksa ke Puskesmas," ujar dia.

Untuk menekan supaya tak ada peningkatan kasus DBD, Puskesmas Pengasih I terus mengingatkan warga untuk memberantas sarang nyamuk. Kepala Puskesmas Pengasih I Setiaji Wibowo menuturkan jawatannya selama ini telah berkoordinasi dengan pokjanal DBD.

"Kami tidak hanya fokus saat mendekati musim hujan, karena di wilayah kami ada kasus dari tahun ke tahun. Untuk itu, kami koordinasi dengan lintas sektoral untuk pemberantasan sarang nyamuk dan pemeriksaan jentik langsung," kata Setiaji.