Underpass Kentungan Bisa Dilewati Paling Lambat 15 Februari, Satker PJN Diminta Bekerja Cepat

Antrean kendaraan di simpang empat Kentungan, Kamis (26/12/2019). - Harian Jogja - Hafit Yudi Suprobo
12 Januari 2020 20:17 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Underpass Kentungan harus sudah beroperasi paling lambat 15 Februari. Satuan Kerja (Satker) Pelaksana Jalan Nasional (PJN) Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat diminta lekas merampungkan proyek tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DIY Sigit Sapto Raharjo menyatakan Pemda DIY dan Satker PJN telah menggelar rapat beberapa waktu lalu.

“Satker diminta untuk segera menyelesaikan Underpass Kentungan. Tanggal 15 Februari maksimal bisa operasional. PJN juga akan berupaya lebih cepat menyelesaikannya, tidak sampai 15 Februari,” ujar Sigit, Minggu (12/1/2019).

Rambu-rambu di sekitar terowongan sudah dipasang. Penerangan jalan juga harus dipastikan berfungsi karena beberapa waktu lalu lampu yang dipasang di sisi kanan kiri terowongan sempat korsleting. “Rambu sudah ada, lampu kami lakukan pembenahan sedikit, nanti akan kami pasang warning light juga,” kata dia.

Sigit memastikan lalu lintas di Ring Road Kentungan tidak akan banyak. Kelak, jika underpass beroperasi, akan ada petugas yang menjaga.

“Tetapi kalau sudah jalan nanti akan seperti biasa,” ujar dia.

Sigit mengatakan Underpass Kentungan secara umum sudah bisa dilalui kendaraan, tetapi masih harus dibersihkan dari sisa material pembangungan. Proyek tersebut dikerjakan 384 hari kalender, mencakup empat pekerjaan utama: yakni bore pile, secant pile dan voided slab, baja tulangan, serta pengerjaan jalan.

Underpass ini terdiri dari dua lajur dengan total panjang 900 meter. Konstruksi terowongan atau slab tertutup sepanjang 224 meter. Jalan pendekat arah timur sepanjang 386 meter dan jalan pendekat barat sepanjang 298 meter. Biaya pembangunan underpass tersebut menggunakan dana dari APBN dengan mekanisme kontrak multiyears tahun anggaran 2018-2019. Total anggaran yang dibutuhkan Rp101,6 miliar.

Pembangunan fisik Underpass Kentungan dengan panjang 900 meter ini sudah berlangsung sejak Januari 2019. Kehadiran terowongan ini bertujuan untuk mengurai simpul kemacetan di Ring Road Utara akibat pertemuan lalu lintas dari empat arah.

Wahyu, 26, salah satu pelajar yang tinggal di wilayah Jalan Kaliurang mengharapkan Underpass Kentungan bisa segera dibuka karena ia sering terjebak macet ketika ia pulang dari kampusnya di Ring Road Utara. “Banyak sekali antrean kendaraan dari arah timur, kelihatannya sih sudah selesai tetapi tidak segera dibuka,” ungkapnya.

Berdasarkan pantauan Harian Jogja pada Minggu (12/1/2020) pukul 17.30 WIB, bangunan Underpass Kentungan sudah hampir selesai. Kedua sisi terowongan sudah terlihat.