BWA Resmikan Wakaf Sarana Air Bersih Gua Pulejajar

Peresmian sarana dan prasarana sumber air bersih yang berasal dari Gua Pulejajar, Desa Jepitu, Kecamatan Girisubo, Minggu (19/1/2020). - Harian Jogja/Muhammad Nadhir Attamimi
20 Januari 2020 07:27 WIB Muhammad Nadhir Attamimi Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Badan Wakaf Al-Qur'an (BWA) meresmikan sumber air bersih yang berasal dari Gua Pulejajar, Desa Jepitu, Kecamatan Girisubo, Minggu (19/1/2020). Untuk pemasangan pipa, pembangunan bak penampungan hingga penyediaan truk tangki, WBA menggandeng Komunitas Merangkul Bumi (Kombi).

Sumber air di dalam Gua Pulejajar pertama kali ditemukan oleh Kombi, salah satu komunitas pecinta alam asal Desa Jepitu. Kominitas ini menelusuri sejumlah gua yang berpotensi memiliki sumber air untuk mengatasi kekeringan yang terjadi tiap tahun. Pada 2008, Kombi menemukan sumber air bawah tanah di Gua Pulejajar dengan debit air mencapai 30 liter per detik saat musim kemarau.

Ketua Kombi, Rubiyanto, menuturkan sebelum ditemukannya sumber air bersih ini, warga Desa Jepitu sangat tergantung pada musim hujan. Saat musim hujan warga menampung air di bak penampungan untuk digunakan saat musim kemarau. Saat kemarau tiba dan persediaan air habis, warga terpaksa membeli dari pedagang air swasta. “Meski sudah membeli, warga tetap harus antre mendapatkan pasokan karena minimnya sumber air,” kata pria yang akrab disapa Rubi saat ditemui Harian Jogja, Minggu (19/1).

Sejak Oktober 2015, sumber air di Gue Pulejajar sudah bisa dimanfaatkan. Namun karena keterbatasan fasilitas, air belum bisa dimanfaatkan secara maksimal. Saat itu, sumber air yang dikelola secara swadaya hanya bisa mengeluarkan debit air sebesar 1,23 liter/detik, padahal kebutuhan setiap kepala keluarga mencapai 379 liter per hari. Jika ditotal untuk memenuhi kebutuhan tersebut dibutuhkan enam liter per detik. "Kami berupaya potensi air yang ada bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh warga secara gratis," katanya.

Upaya Kombi akhirnya berhasil setelah BWA ikut membantu pengelolaan sumber air tersebut. Setelah menggelar studi kelayakan pada 2016, BWA membantu pembangunan fasilitas penyaluran air bersih, dimulai dari pemasangan pipa dan pembangunan bak penampungan utama berkapasitas 60.000 liter. BWA juga membangun bak distribusi beserta fasilitasnya seperti instalasi pipa dan genset, bak penampungan serta satu unit truk tangki berkapasitas 5.000 liter. Truk tangki ini digunakan untuk mendistribusikan air ke warga. Kini, air yang keluar sudah mencapai 11 liter/detik. "Setelah kami merancang program ini respons donatur sangat positif, karena mereka menganggap penyaluran dana di Gunungkidul tepat sasaran," ujar Ketua BWA, Heru Binawan, Minggu.