KASUS ANTRAKS: 24 Petugas Tangani 322.000 Ternak

Sapi mati mendadak di Tepus, Gunungkidul.-Istimewa - Bhabinkamtibmas Desa Sumberwungu
21 Januari 2020 22:37 WIB Muhammad Nadhir Attamimi Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Kabupaten Gunungkidul kekurangan sumber daya manusia (SDM) untuk memantau ternak yang ada di wilayah itu. Kepala Seksi Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Dinas Peternakan dan Pangan (DPP) Gunungkidul, Retno Widyastuti mengungkapkan petugas Kesmavet di Gunungkidul hanya berjumlah 24 orang. Jumlah tersebut diakuinya sangat kurang, mengingat jika ditotal seluruh ternak yang harus dipantau itu bisa mencapai 322.000 ternak.

"Karena idealnnya itu 2.000 ekor ternak itu ditangani satu petugas atau dokter hewan. Sekarang hanya ada 24 orang petugas sedangkan populasi ternak kami ini padat diprediksi 152.000 ekor sapi dan kambing 170.000 ekor," kata Retno, Selasa (21/1/2020).

Jika ada penambahan dokter hewan, Retno meyakini Gunungkidul bisa lebih kuat lagi dalam membentengi ternak-ternak yang ada. Satu di antaranya guna mengantisipasi ternak warga agar tidak mudah terjangkiti penyakit seperti antraks. DPP terakhir menerima petugas atau dokter hewan yakni sejak 2010, setelah itu tak pernah ada lagi. "Memang dokter hewan ini kerasa jika dibutuhkan, kalau lagi pas enggak butuh ya enggak kerasa," ujarnya.

Retno menjelaskan pentingnya kehadiran banyak petugas Kesmavet hewan tidak melulu pada pemeriksaan kesehatan masing-masing hewan ternak. Urgensi lainnya, kata Retno, ada pada kesehatan produk bahan makanan dari hewan untuk manusia. Sehingga, walaupun penyakit hewan ternak dalam kondisi aman, para petugas bisa dialihkan ke hal lainnya. "Inti utama petugas Kesmavet itu yang menghubungkan produk hewan ke kesehatan manusia, itu yang bahaya. Karena urgensinya ada sesuatu yang ada di hewan bisa menyakiti manusia. Kalau yang benar-benar tupoksinya khusus veteriner hanya satu di Gunungkidul," kata dia.

Saat ini, DPP sudah diinstruksikan untuk mengusulkan penambahan kebutuhan petugas saat ini. "Sekarang saya diminta [Pemkab Gunungkidul] buat usulan berapa [dokter hewan] jumlah yang dibutuhkan saat ini. Kalau mengusulkan berapa pun bisa tapi dikabulannya itu [belum diketahui]," ujarnya.