Tol Jogja-Solo Akan Melayang di Selatan Flyover Jombor, Jalan Layang Tak Terganggu

Flyover Jombor di Sleman. - Harian Jogja/Desi Suryanto
03 Februari 2020 17:27 WIB Sunartono Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Tol Jogja-Solo akan melayang di sisi selatan Jalan Layang atau Flyover Jombor di Sleman.

Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang DIY Krido Suprayitno mengatakan desain itu dia ketahui dari revisi rancangan tol di Ring Road yang sudah disampaikan Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Desain tol direvisi karena tak boleh melayang di Simpang Empat Monjali berdasarkan pertimbangan garis imajiner Gunung Merapi, Kraton Jogja, hingga Pantai Selatan. Konstruksi tol yang semula melayang diubah menjadi mendatar di tanah (at grade) dan akhirnya memakai Ring Road Utara di Simpang Empat Monjali karena garis imajiner tak boleh terhalang bangunan tinggi.

Krido mengatakan hasil revisi desain tol di Ring Road tidak mengubah fungsi dan konstruksi Flyover Jombor. Jalan tol akan melayang di sebelah selatan flyover.

“Fungsi flyover tetap, kalau dilihat dari gambar konstruksi ada di selatannya Flyover Jombor,” kata Krido di Kompleks Kepatihan, Senin (3/2/2020).

Tol akan melayang di sepanjang Ring Road dari Maguwoharjo, kemudian mendatar dan memakai Ring Road dari 300 meter di timur Perempatan Monjali hingga 700 meter di barat Perempatan Monjali. Tol kemudian melayang di sisi selatan Jombor menuju Ring Road Barat di sekitar Selokan Mataram di dekat Restoran West Lake.

Dinas Pertanahan dan Tata Ruang DIY segera mengebut sosialisasi Tol Jogja-Solo Kecamatan Depok. Sosialisasi Tol Jogja-Solo akan digelar di Condongcatur Selasa (4/2/2020) malam; kemudian Maguwoharjo, Sendangadi, dan Sinduadi pada Rabu (5/2) malam; dan Tlogoadi pada Kamis (6/2/2020). Setelah itu, sosialisasi Tol Jogja-Solo rampung.

Konsultasi publik Tol Jogja-Solo akan dilakukan pada pertengahan Februari 2020 dengan menyasar desa yang sudah diberi sosialisasi. Konsultasi publik sangat penting karena berkaitan dengan penetapan lokasi.

“Konsultasi publik diberikan kepada pemilik tanah yang sesuai sehingga tidak salah alamat, tidak salah mengundang orang,” ujar Krido.