Masyarakat Diimbau Tak Kucilkan Warga yang Pulang dari China

Dokter sedang melakukan perawatan pada pasien virus corona. - Reuters
04 Februari 2020 23:17 WIB Muhammad Nadhir Attamimi Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul, Dewi Irawaty, mengimbau kepada masyarakat untuk tidak risau dan mengucilkan apalagi menolak masyarakat yang pulang dari China menyusul maraknya virus Corona. Sebab, masyarakat yang pulang telah melalui pemeriksaan yang ketat dan tidak boleh pulang sebelum benar-benar steril. "Jika sudah dipastikan steril enggak ada masalah," kata Dewi saat ditemui Harian Jogja, Selasa (4/2/2020).

Seperti diketahui, ratusan warga Indonesia yang sebelumnya bermukim di China saat ini dipulangkan dan dikarantina di Natuna. Mereka menjalani karantina selama 14 hari. Tak menutup kemungkinan, terdapat warga Gunungkidul yang dikarantina.

"Jadi kalau sudah lewat masa inkubasi selama 14 hari dan tidak ada apa-apa dalam artian tidak mengeluhkan sesuatu, berarti mereka sudah terbebas dari virus Corona, jadi enggak ada masalah ketika mereka pulang," kata Dewi.

Dinkes, menurut Dewi, siap memantau warga yang pulang dari China. Meski demikian, pemantauan tidak dilakukan secara khusus. Dinkes hanya ingin mengetahui bahwa warga tersebut berada di kampung halamannya.

"Kami hanya sebatas memantau untuk mengetahui orangnya. Pemantauan bisa dilakukan petugas di puskesmas atau kader kesehatan. Kami tidak memantau secara khusus karena mereka sudah bersih dan bebas bergaul," kata Dewi.

Ia mengungkapkan Corona salah satu jenis virus yang menimbulkan gejala yang cukup cepat. Dirinya mencontohkan jika ada warga yang pulang dari China dan saat itu terjangkit virus tersebut, maka bisa langsung diketahui karena masa inkubasi Corona kurang dari 14 hari. Dewi mengimbau agar masyarakat bisa menerima masyarakat tersebut seperti sediakala dan tidak perlu mengucilkan apalagi menolak.