10-30 Meter Lahan di Sebelah Ring Road Akan Tergusur Tol Jogja-Solo

Ilustrasi jalan tol - JIBI/Bisnis Indonesia/Nurul Hidayat
05 Februari 2020 10:47 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Ratusan warga Desa Condongcatur, Kecamatan Depok, Sleman mengikuti sosialisasi rencana pembangunan Tol Jogja-Solo, Selasa (4/2/2020) malam. Sebanyak 214 bidang dengan luas sekitar 119.324 meter persegi terkena proyek jalan tersebut. Sekitar 10 hingga 30 meter lahan di sisi Ring Road akan tergusur.

Jumlah bidang lahan yang tergusur proyek jalan tol, kata Kepala Desa Condongcatur Reno Chandra Sangaji, kemungkinan bertambah. "Soalnya ada beberapa bidang yang terselip yang baru ditemukan. Tetapi untuk kepastian bidang yang terdampak kami Masih menunggu saat pengukuran," katanya kepada Harian Jogja, Selasa kemarin.

Menurut Reno, jalan tol yang melintasi wilayah Condongcatur terbentang dari sisi timur dekat Polsek Depok Timur Sleman hingga Hotel Lafayette Boutique. Panjang jalan tol yang masuk wilayah Condongcatur sekitar tiga kilometer. Mayoritas adalah tanah pribadi yang digunakan untuk ruang usaha dan jasa.

"Selama ini belum ada gejolak di masyarakat. Salah satu yang banyak dipertanyakan oleh masalah besaran biaya ganti ruginya," katanya.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satker Pelaksana Jalan Bebas Hambatan (PJBH) Tol Jogja-Solo Totok Wijayanto mengatakan jalan tol yang mendatar (at grade) butuh lahan selebar 60 hingga 100 meter. Adapun yang elevated sekitar 40 meter. Lahan di kiri dan kanan Ring Road akan tergusur untuk tol antara 10 dan 30 meter.

"Dari jalur lambat [Ring Road] sekitar 10 meter lahan yang terkena. Bisa juga yang terkena 20-30 meter tergantung dari kebutuhan jalan tol," katanya.

Di sepanjang Condongcatur tersebut terdapat on off di persimpangan UPN. Jarak antara on off UPN dan on off Monjali sekitar 2,8 km. "Untuk jalan di Condongcatur dibangun secara elevated,”kata dia. 

Totok berharap warga tidak perlu khawatir dengan skema ganti rugi yang akan diterapkan oleh tim appraisal. Dia mengatakan jika lahan yang terkena jalan tol berupa ruang usaha, tim akan menaksir nilainya berbeda dengan lahan untuk hunian.

Supriyadi warga Gejayan Condongcatur berharap agar nilai ganti rugi sepadan. Sebab, warga terdampak Tol Jogja-Solo sudah kehilangan lahannya. "Kalau yang hanya sebagian terkena sebaiknya dibeli semua," katanya.