Dukuh di Bantul yang Digerebek karena Diduga Selingkuh Mengaku Siap Mundur

Ilustrasi perselingkuhan. - JIBI
06 Februari 2020 21:57 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL-Kepal Dusun (kadus) atau Dukuh Tegalsari-Tegalrejo, Desa Srigading, Kecamatan Sanden, Juniarto, 53, siap mengundurkan diri dari jabatannya sebagai dukuh jika memang sudah tidak dikehendaki oleh masyarakat.

Pernyataan Juniarto ini buntut dari penggerebekan warga saat Juniarto sedang berduaan dengan seorang perempuan yang bukan istrinya di rumah kosong di Dusun Soge yang tidak jauh dari Dusun Tegalsari.

Ia mengakui pascakejadian tersebut sejumlah warganya meminta ia mengudurkan diri. Demikian keluarga besarnya juga menyarankan agar mengundurkan diri dari pamong Desa Srigading, “Kulo yo mengikhlaskan akan mundur. Walaupun belum terbukti, tetap ikkhlas kulo akan mengundurkan diri,” ucap Juniarto, kepada Harian Jogja, melalui sambungan telepon, Kamis (6/2/2020).

Namun keinginannya mengundurkan diri tersebut baru rencana dan belum dibicarakan dengan kepala desa selaku atasannya langsung. Dalam waktu dekat ini pihaknya segera menghadap kepala desa atas kasus tersebut.

Sebelumnya diberitakan seorang kepala dusun atau dukuh di Desa Srigading, Kecamatan Sanden, Bantul digrebek warga saat tengah berduaan dengan seorang perempuan yang bukan istrinya, berinisial TR, 40, di Dusun Soge, Desa setempat, Senin (3/2/2020) malam lalu.

Kabar dugaan perselingkuhan itu dibernarkan oleh Sukamta, kepala dusun Soge. Sukamta mengatakan penggerebekan itu terjadi sekitar pukul 20.30 WIB. Malam itu warga curiga dengan Jun, yang merupakan kepala dusun tetangga datang ke angkringan yang tidak jauh dari rumah TR sejak petang.

Namun menjelang malam, warga mengetahui Jun dan TR masuk ke rumah kosong sekitar angkringan. Sementara TR masih berstatus istri dari salah satu warga Soge. Malam itu suami TR memang sedang pergi arisan. Kecurigaan lainnya adalah karena motor milik Jun juga disembunyikan di belakang rumah kosong tersebut.

Warga pun mendobrak rumah kosong tersebut dan mendapati TR hanya mengenakan kain jarik, sementara Jun sudah keluar lewat pintu belakang mengenakan celana pendek dan kaus. “Sebenarnya mau lari tapi motornya sudah diamankan lebih dulu oleh warga. Kemudian keduanya [Jun dan TR] diamankan ke rumah saya,” kata Sukamta, melalui sambungan telepon, Rabu (5/2/2020).

Dari hasil klarifikasi di rumahnya tersebut, kata Sukamto, Jun dan TR mengakui telah berselingkuh, “Berselingkuhnya seperti apa tidak dijelaskan. Tapi dalam pertemuan itu TR mengakui berselingkuh dengan Jun karena ingin memiliki anak,” kata Sukamta. “Soal berhubungan badan atau tidak silahkan disimpulkan sendiri, masa dengan menyentuh pusar bisa memiliki anak,” ujar dia.

Menurut Sukamta, TR merupakan warganya yang sudah lama menikah namun belum dikaruniai anak. Sementar Jun merupakan kepala dusun di dusun tetangga Soge. Ia mengatakan kabar perselingkuhan Jun dan TR sebenarnya sudah lama terdengar, bahkan sudah lebih dari dua tahun lalu dan warga mendiamkannya. Kejadian dua malam lalu merupakan puncak kekesalan warga.