Pancasila Jangan Diperas-peras

Anggota MPR RI, Gandung Pardiman, bersama rombongan disambut dengan tarian budaya lokal warga Desa Kalitekuk, Kecamatan Semin, Sabtu (8/2/2020). - Harian Jogja/Muhammad Nadhir Attamimi
09 Februari 2020 22:12 WIB Muhammad Nadhir Attamimi Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Anggota MPR RI, Gandung Pardiman, mengingatkan agar Pancasila tak diperas-peras menjadi trisila ataupun ekasila. Gandung menegaskan Pancasila merupakan hasil kesepahaman bersama para tokoh-tokoh pendiri bangsa seperti tokoh nasionalis, tokoh Islam, hingga tokoh nonIslam. Sehingga, semangat Pancasila seperti tertuang dalam Pembukaan UUD Tahun 1945.

"Saya ingin agar masyarakat memahami, Pancasila tidak boleh diperas-peras," kata Gandung saat menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Pendopo Balai Desa Kalitekuk, Kecamatan Semin, Sabtu (8/2/2020). Sosialisasi diikuti oleh ratusan warga.

Gandung mengaku bingung jika sila pertama dalam Pancasila yakni Ketuhanan Yang Maha Esa diperas menjadi gotong-royong. Ia menuturkan sila pertama tersebut merupakan simbil hubungan manusia dengan Tuhan, sedangkan gotong-royong merupakan hubungan antarmanusia.

"Tuhan Yang Maha Esa diajak gotong-royong, jadi tidak mungkin. Gotong-royong itu hablum minannas sedangkan hubungan dengan Allah SWT adalah hablum minallah, jadi jangan dicampur-campur," kata Gandung.

Ia menuturkan Partai Golkar sebagai salah satu partai politik di Indonesia tidak ingin Pancasila diperas-peras. Golkar berkomitmen bahwa Pancasila sudah sesuai dengan yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945. "Jadi kalau ada yang memeras Pancasila, itu tanda-tanda akan menjadikan perdebatan yang panjang," ujarnya.