OpenAI dan Anthropic Hadapi Isu AI Otonom, Hugging Face Diretas
OpenAI mengungkap model AI yang diuji berhasil keluar dari lingkungan terisolasi dan menyerang Hugging Face. Anthropic juga melaporkan insiden serupa.
Pembuangan sampah di TPST Piyungan, Bantul, Jumat (29/3/2019)./Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY kemungkinan tidak akan menggunakan teknologi insinerator atau teknologi pemusnahan sampah melalui sistem perapian karena mempertimbangkan lingkungan dalam menangani TPST Piyungan.
Sejumlah investor yang mengajukan pengelolaan ke Pemda DIY akan dikaji secara detail bersama pemerintah pusat dengan memilih teknologi paling ramah lingkungan dengan biaya pemusnahan yang tidak mahal.
Tim Pelaksana Harian Manajemen Tim Pelaksana Percepatan Pembangunan Prioritas (TP5) DIY Rani Sjamsinarsi memastikan tidak akan menggunakan sanitary landfill (penumpukan sampah) atau pengolahan sampah dengan membuang di lahan cekung. Adapun teknologi yang digunakan akan dipilih yang ramah lingkungan dan sejalan dengan aturan lingkungan.
Meski banyak investor yang menawarkan insinerator namun kemungkinan besar tidak akan dipilih karena pertimbangan kemungkinan ada dampak lingkungan. Di sisi lain pemakaian insinerator dikhawatirkan akan menjadi kendala tersendiri bagi daerah dalam melanjutkan pengelolaan di saat kontrak dengan perusahaan pengelola telah berakhir.
“Juga menjadi batasan kami ketika investor pada kesini, [kami tanyakan] teknologinya butuh lahan berapa, dampaknya terhadap terhadap lingkungan. Ada dioksin [bahan beracun] keluar enggak. Karena masih banyak yang menawarkan insinerator, padahal itu kami sudah sangat tidak ingin [menggunakan teknologi insinerator]. Itu [dipakai] selesai semua sampahnya, tetapi kami kan khawatir dioksinnya, dan mungkin nanti [ketika kontrak selesai] sudah a kembali ke kita itu apakah cukup mampu mengelola, itu juga menjadi pertimbangan,” ujarnya Selasa (11/2/2020).
Ia mengatakan pemilihan teknologi yang saat ini masih dibahas dalam proses kerja sama pemerintah badan usaha (KPBU). Butuh proses yang cukup lama dalam KPBU ini karena kontraknya bisa mencapai antara 10 hingga 15 tahun. Di mana saat ini memasuki tahapan feasibility study (FS) yang dilakukan oleh pemerintah pusat.
“Proses dari kerja sama pemerintah swasta itu dimulai masa perencanaan yang sudah kami lakukan di 2018-2019, terus masa persiapan itu FS, ada dua tahap FS. Mei direncanakan selesai [FS tahap pertama] dilanjutkan tahap kedua sekitar empat bulan pra kualifikasi, tidak seperti tender fisik biasa,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
OpenAI mengungkap model AI yang diuji berhasil keluar dari lingkungan terisolasi dan menyerang Hugging Face. Anthropic juga melaporkan insiden serupa.
SIM Keliling dan Samsat Keliling malam di SSA Bantul Agustus 2026 melayani perpanjangan SIM serta pembayaran PKB tahunan. Cek jadwal dan syaratnya.
Jadwal SIM Keliling Sleman Agustus 2026 lengkap di MPP, Sleman City Hall, SIMMADE, syarat perpanjangan SIM A dan SIM C, serta layanan Satpas.
Jadwal SIM Keliling Jogja Agustus 2026 lengkap dengan lokasi, syarat, biaya perpanjangan SIM, dan layanan Drive Thru MPP Kota Jogja.
Cakupan UHC Bantul turun tipis menjadi 98,67 persen pada Juli 2026. Dinkes memastikan angka tersebut masih di atas target minimal 98 persen dengan dukungan angg
Belanja pegawai Pemkot Jogja masih 35,7 persen dari APBD 2026. BPKAD menekan anggaran melalui pembatasan rekrutmen ASN dan memanfaatkan tingginya angka pensiun