Ini Penyebab Hujan Badai yang Melanda DIY Hari ini

Ilustrasi. - Solopos/Nicolous Irawan
14 Februari 2020 18:57 WIB Newswire Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Cuaca ekstrem berupa hujan deras dan angin kencang yang melanda DIY pada Jumat (14/2/2020) sore diduga dikarenakan adanya belokan angin yang tajam di Pulau Jawa.

Hujan deras disertai angin kencang mengguyur wilayah DIY, Jumat (14/2/2020) sore ini. Akibatnya, sejumlah pohon tumbang menutup akses lalu lintas.

Pusat Pengendalian Operasional (Pusdalops) BPBD DIY sampai saat ini masih melakukan update kejadian bencana. Hingga sore ini tercatat di Kota Yogyakarta ada 13 titik terdampak. Data kerusakan terjadi pada empat rumah sakit, gedung pemerintahan, satu mobil dan satu motor. Kemudian ada enam pohon tumbang yang sebagian merusak jaringan listrik dan menutup akses jalan.

Sementara di Sleman ada 18 titik pohon tumbang, satu orang warga luka. Di Bantul ada dua titik angin kencang yang menyebabkan pohon tumbang dan dua rumah rusak.

Pohon berukuran besar yang sempat merusak jaringan listrik berada di Jalan Magelang Km 4,5 atau di sekitar RM Mbok Berek. Jalan sempat ditutup untuk evakuasi pohon. Beruntung saat kejadian kondisi lalu lintas lengang sehingga tidak ada korban.

"Data sementara itu, data masih akan diupdate," kata Manager Pusdalops BPBD DIY Dang Syamsurizal.

Sementara itu, Kepala Stasiun Klimatologi Mlati, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Reni Kraningtyas mengatakan, hujan yang terjadi Jumat (14/2/2020) masuk kategori lebat. Kondisi ini diperkirakan masih akan mengguyur DIY dua hari ke depan.

"Prakiraan kami dalam dua hari ke depan, potensi hujan lebat masih berpeluang terjadi di DIY," kata Reni Kraningtyas, dalam siaran persnya, Jumat (14/2/2020).

Dari pengamatan satelit, hujan deras disertai angin kencang dan petir ini diakibatkan adanya konvergensi atau belokan angin yang tajam di Jawa Tengah (Jateng), DIY dan Jawa Timur (Jatim) bagian barat. Hal ini menjadikan penumpukkan massa udara lembab dan terbentuk cluster awan cumulonimbus dengan area yang luas.

Sumber : iNews.id