Baru Lima Bulan Dihuni, Rumah Dulmanan Rusak Kena Talut Ambrol

Kondisi rumah Dulmanan yang rusak akibat talut ambrol di Dusun Keji, Kalurahan Hargotirto, Kapanewon Kokap, Sabtu (15/2/2020). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
15 Februari 2020 15:37 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO-- Hujan disertai angin kencang yang melanda Kabupaten Kulonpogo pada Jumat (14/2/2020) sore menyebabkan talut di Dusun Keji, Kalurahan Hargotirto, Kapanewon Kokap, ambrol hingga menimpa sebuah rumah.

Rumah yang baru dihuni sejak lima bulan terakhir oleh empat anggota keluarga itu rusak parah di bagian tembok. Dua ruangan yang difungsikan sebagai kamar tidur juga hancur berantakan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian ditaksir mencapai jutaan rupiah.

Pemilik rumah, Dulmanan mengatakan ambrolnya talut yang berada persis di barat rumahnya itu terjadi sesaat setelah hujan mulai reda sekitar pukul 15.30 WIB. Tanpa disertai tanda-tanda apapun, talut setinggi lima meter itu mendadak runtuh dan menimpa tembok rumahnya.

Dulmanan berserta sang istri dan kedua anaknya yang melihat kejadian tersebut lantas berlari menyelamatkan diri. "Yang rusak banyak mas, dipan, kursi, tv berserta raknya, sama tembok jebol," ujar Dulmanan ditemui awak media di lokasi, Sabtu (15/2/2020) pagi.

Kejadian tersebut mendapat perhatian sejumlah pihak. Pada Sabtu pagi, unsur Pemerintah Kalurahan Hargotirto hingga jajaran Polres Kulonprogo berserta Brimob dan Kodim 0731, melakukan pembersihan di lokasi ambrolnya talut dan rumah Dulmanan.

"Hari ini kita terjunkan personil sejumlah 50 orang terdiri dari jajaran Kodim 10, Brimob 10 serta Polres dan Polsek 30 personil untuk pembersihan, targetnya hari ini selesai," ujar PLH Wakapolres Kulonpogo, Kompol Sudarmawan.

Lurah Hargotirto, Subarno mengatakan pihaknya akan segera berembuk dengan Dukuh Keji dan pemilik rumah terkait dengan pemindahan lokasi rumah tersebut. Hal ini mengingat Dulmanan juga memiliki tanah lain di Dusun Keji yang bisa didirikan rumah baru.

"Nanti kita akan usahakan untuk mengajukan program bedah rumah di lokasi yang baru seandainya nanti memungkinkan, sebab untuk lokasi yang sekarang memang sangat rawan, yang mana sebelah timur rumah adalah sungai dan sebelah barat langsung talut sehingga rawan terjadi peristiwa serupa," ujarnya.