Vaksin Polio di Kulonprogo Sudah Kosong Empat Bulan

Ilustrasi vaksin. - Reuters
17 Februari 2020 08:47 WIB Lajeng Padmaratri Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Serupa dengan daerah lain di DIY, Kulonprogo juga mengalami kekosongan stok vaksin polio sejak Oktober 2019. Setelah terhenti lebih dari empat bulan lamanya, vaksin darurat akan dianggarkan pada bulan ini.

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Wates Lies Indriyati menuturkan ada kendala pelayanan vaksinasi polio di rumah sakitnya sejak beberapa bulan terakhir. Kondisi ini juga ditemukan di seluruh puskesmas di Kulonprogo.

“Pelayanan imunisasi itu harusnya di puskesmas tetapi dengan pengembangan rumah sakit, RSUD Wates juga melayani vaksinasi setiap Selasa. Cuma selama beberapa bulan ini vaksin dari pemerintah kosong,” ungkapnya kepada Harian Jogja, Minggu (16/2/2020).

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kulonprogo Baning Rahayujati mengakui ada kekosongan vaksin polio dari Kementerian Kesehatan sejak Oktober 2019 sehingga ada kendala distribusi.

Namun, Dinkes terus berupaya mencari solusi supaya masyarakat tetap bisa menerima vaksin polio. Ada informasi dari Pemda DIY mengenai dana darurat yang digunakan untuk pengadaan vaksin polio sebab ketersediaan vaksin dari Pusat belum bisa dipastikan.

Vaksin polio bertujuan mencegah penyakit polio atau poliomyelitis yang berasal dadi poliovirus dan menyerang sistem saraf pusat. Virus ini terutama berdampak pada anak-anak. Selama ini pengadaan vaksin polio menjadi kewajiban Pemerintah Pusat.

Baning menuturkan Pemerintah Kabupaten tidak menganggarkan pengadaan vaksin polio lantaran hal ini bukan kewajiban daerah sehingga proses pengadaan dilakukan berjenjang ke provinsi jika Pusat kesulitan menganggarkan vaksin polio.

Dia berharap dengan adanya pengadaan vaksin polio darurat dari Pemda DIY pada bulan ini, maka proses vaksinasi kepada masyarakat bisa mulai lancar bulan depan. “Pusat menjanjikan April tetapi DIY menyediakan bulan ini supaya Maret bisa mulai vaksinasi,” papar Baning.

Dia mengimbau bagi masyarakat yang tergolong mampu secara ekonomi untuk dapat mencari vaksin polio secara mandiri lewat swasta sehingga tidak perlu menunggu ketersediaan vaksin polio dari pemerintah.