Balita Kejang di Malam Hari, Pasien JKN Dapat Penanganan Cepat
Seorang balita peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) datang dalam kondisi darurat pada tengah malam dan langsung mendapatkan penanganan cepat
Harianjogja.com, BANTUL - Koalisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) hampir dipastikan mengusung Abdul Halim Muslih dan Joko Purnomo sebagai bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Bantul. Setelah rekomendasi keluar, kedua partai tersebut langsung kondolidasi untuk memenangkan paslon tersebut.
Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Bantul, Subhan Nawwawi mengatakan Halim, panggilan akrab Abdul Halim Muslih, hari ini, kembali memenuhi undangan DPP PDIP bersama Joko Purnomo untuk menghadiri rapat koordinasi di DPP bersama sejumlah pasangan bakal calon kepala daerah dan wakil kepala daerah lainnya. Dalam undangan tersebut tertera sebagai bakal calon bupati dan wakil bupati yang diusung PDIP.
Subhan meyakini setelah rapat koordinasi tersebut baru dikeluarkan rekomendasi resmi yang ditandatangani Megawati Soekarnoputri. “Setelah rekomendasi turun kami langsung gas pol untuk menggerakkan mesin partai, Kamis sosialisasikan kepada masyarakat Bantul,” kata Subhan, saat ditemui di Parasamya, Kompleks Pemerintahan Kabupaten Bantul, Rabu (19/2/2020).
Ia mengatakan setelah rekomendasi itu turun, maka akan disusul dengan rekomendasi dari DPP PKB. Menurut Subhan, rekomendasi DPP PKB juga tidak jauh berbeda dengan rekomendasi dari PDIP yang menempatkan Halim sebagai bakal calon bupati dan Joko Purnomo sebagai bakal calon wakil bupati. Sebab, kata dia, kedua nama tersebut juga merupakan nama yang disepakati PKB kabupaten dan DIY serta rekomendasi dari tim 9 tingkat kabupaten dan provinsi. “Kami tinggal menunggu rekomendasi resmi saja, untuk nama calon sudah tidak akan meleset,” ucap Subhan.
Senada dengan PKB, DPC PDIP Bantul juga sudah menyiapkan langkah-langkah pemenangan pasca keluarnya rekomendasi Halim-Joko. Langkah pertama adalah menyatukan kader di struktural hingga relawan bahkan simpatisan yang sempat terpecah dalam pilkada 2015 silam. Ia bahkan meminta kepada semua kader partai berlambang kepala banteng moncong putih itu untuk tidak mengungkit luka lama terpecahnya simpatisan.
“Jangan dikorek-korek luka lama, kami harus bersatu untuk mengamankan rekomendasi dari DPP PDIP dan memenangkan pasangan Halim-Joko Purnomo,” ujar Sekretaris DPC PDIP Bantul, Hanung Raharjo.
Ia mengklaim para kader dan simpatisan PDIP yang sempat terpecah dalam pilkada 2015 sejak jauh hari sudah islah dan siap mengawal rekomendasi DPP PDIP dalam pilkada 2020 ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seorang balita peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) datang dalam kondisi darurat pada tengah malam dan langsung mendapatkan penanganan cepat
Penembakan di Ohio menewaskan seorang polisi, dua korban, dan tersangka. Dua petugas serta seekor anjing polisi juga mengalami luka.
Pembangunan PJU Sleman 2026 belum dimulai. Dishub masih menunggu hasil review kontrak Kejaksaan sebelum pekerjaan fisik dilaksanakan.
Hyundai Motor Group menyiapkan investasi Rp494 triliun untuk membangun ekosistem AI, kendaraan listrik, dan mobilitas masa depan di Korea Selatan.
Wali korban dugaan penganiayaan di Daycare Little Aresha meminta Polresta Jogja menuntaskan penyidikan dan menjerat pengurus yayasan yang masih berstatus saksi.
Polri mengungkap dugaan korupsi pasokan batu bara PLTU periode 2018-2026 dengan potensi kerugian negara dan perekonomian mencapai Rp5 triliun.