Harga Mahal, Apotek Enggan Order Masker

Papan bertuliskan Masker Kosong terpasang di Apotek Saras Wonosari, Rabu (19/2/2020). - Harian Jogja/Muhammad Nadhir Attamimi
19 Februari 2020 21:47 WIB Muhammad Nadhir Attamimi Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sejak mencuatnya kasus virus Corona, stok masker di sejumlah apotek di Gunungkidul kosong. Kekosongan terjadi menyusul melambungnya harga masker di pasaran. Para pemilik apotek pun enggan menyetok masker baru.

"Stok di tingkat distributor masih banyak, tapi karena harganya mahal, kami enggan menyetok," kata Rida, Asisten Apoteker Apotek K24 di Jl. Agus Salim, Wonosari, saat ditemui Rabu (19/2/2020).

Menurut Rida, biasanya harga masker biasa Rp40.000 per boks, dan masker hijab Rp30.000 per boks. Sejak merebaknya virus Corona, harga masker di tingkat distributor mencapai Rp70.000 hingga Rp200.000 per boks. "Dalam sepekan kami biasanya kami menyetok masker biasa 15 boks dan masker hijab 20 boks, tetapi sejak harganya naik kami memilih tak menyetok dulu," ujarnya.

Selama stok kosong, banyak warga yang datang untuk membeli. Bahkan beberapa waktu lalu ada warga yang berniat memborong 250 boks. "Permintaan warga cukup banyak, tapi kalau ditanya kapan harga normalnya, kami juga tidak tahu soalnya enggak ada kepastian," ujarnya.

Kekosongan stok masker juga terjadi di Apotek Saras, Wonosari. "Untuk saat ini masker kosong. Kalau ada, harganya juga naik soalnya ada banyak permintaan ke China," ujar Novi Nurhayati, penanggung jawab Apotek Saras.

Selama ini, menurut Novi, banyak warga yang datang untuk membeli masker dalam jumlah yang banyak. "Tapi karena stok habis ya tidak bisa dilayani. Kami juga kesulitan untuk order dari distributor," katanya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul, Dewi Irawaty, mengungkapkan di Gunungkidul penggunaan masker masih sangat terbatas. Meski demikian Dewi tak menampik jika di sejumlah apotek stok masker kosong. "Kenapa di sini stok kosong? Karena menurut saya stok sudah habis didistribusikan di Jakarta. Jadi kekosongan stok juga terjadi di tingkat distributor," ujarnya.

Meski di beberapa apotek terjadi kekosongan stok, Dewi memastikan masker di fasilitas pelayanan kesehatan (faskes) tak terpengaruh. Dinkes menjamin stok masker di faskes tetap ada. "Kebutuhan masker untuk medis saja. Setiap faskes sudah disiapkan masker. Kalau untuk kebutuhan masyarakat bisa ambil di puskesmas gratis," kata dia.