Pria Pamerkan Alat Vital Teror Warga Kulonprogo, Begini Kesaksian Korban

Ilustrasi pelecehan seksual - JIBI
25 Februari 2020 19:17 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogjacom, KULONPROGO-Jagat maya Kulonprogo digegerkan dengan dugaan aksi eksibisionis yang dilakukan pria tak dikenal di wilayah Kapanewon Kokap. Hal itu diungkapkan oleh warganet lewat salah satu grub Facebook Berita Kulonprogo Terbaru (BKPT).

Warganet dengan nama akun Widodo Hisa Maru itu memposting kabar tersebut pada Senin (24/2/2020) malam. Isi postingan itu : "Loloske lurrr, berita terbaru, seorang laki2 paru baya umur sekitar 50 ke atas suka mengendarai motor sambil mengeluarkan alat vitalnya, plat nomor AB 2652 belakangnya di tutup, motor jupiter merah, helm ink hitam, sering di daerah pripih, hargomulyo, kp dan sekitarnya, blum sempat di foto tapi sdah bnyak korbannya menjelang magrib, kususnya jika berkendara sendiri, bagi perempuan hati hati," tulis akun Widodo Hisa Maru.

Pada Selasa (25/2/2020) pagi postingan itu sudah disukai lebih dari 800 orang dan mendapat 582 komentar. Pemilik akun Widodo Hisa Maru saat dikonfirmasi mengatakan peristiwa itu dialami oleh anggota keluarganya, Bunga (nama samaran). "Kebetulan yang mengalami adik saya sendiri," ujar Widodo, Selasa siang.

Bunga saat dihubungi terpisah menceritakan kronologi aksi eksibisionis yang menimpanya. Peristiwa itu terjadi saat perempuan berusia 15 tahun ini pulang bermain dari wilayah Dusun Pripih, Kalurahan Hargomulyo, Kokap, menuju rumahnya di Kapanewon Temon, Senin (24/2/2020) sore.

Dalam perjalanan pulang menggunakan sepeda motor sendirian, perempuan yang masih berstatus pelajar SMP ini dibuntuti oleh pria berusia sekitar 50 tahun. Pria asing itu mengendarai sepeda motor warna merah dan mengenakan setelan serba hitam.

"Tiba-tiba pria itu mbarengi saya dan mengeluarkan alat vitalnya sambil bilang minta saya buat mainin alat vitalnya," ujarnya.

Sontak, hal itu membuat Bunga ketakutan. Ia lantas memacu kendaraannya dengan kencang. Dia kemudian belok ke salah satu rumah warga untuk minta pertolongan. "Untung yang punya rumah mau nolongin, saya disuruh tinggal sebentar biar pelaku pergi dulu," ucapnya.

"Setelah itu saya cerita ke grup kelas saya dan ternyata banyak yang sudah mengalami seperti saya," sambungnya.

Atas kejadian itu, Bunga mengaku telah diminta rekan-rekan dan keluarganya untuk membuat laporan ke polisi. Namun hal tersebut urung ia lakukan karena tidak punya bukti kuat berupa foto. "Kalau kata temen-temen saya katanya suruh lapor, kata mas widodo juga, tapi saya takut aja gitu, lagian saya belum ada foto jadi belum ada bukti kuat," ujarnya.