Warga Canden Menolak, DLH Bantul Lanjutkan Proyek Rumah Pilah Sampah

Warga memasang spanduk penolakan pembangunan tempat pembuangan sampah pilah (TPSP) di Dusun Sanggrahan, Desa Canden, Kecamatan Jetis, Bantul, Selasa (25/2/2020). - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
27 Februari 2020 06:17 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memastikan proyek pembangunan rumah pilah sampah (RPS) di Dusun Sanggrahan, Desa Canden, Kecamatan Jetis, Bantul tetap berjalan meski warga setempat menolak. Pembangunan itu dijadwlkan mulai dilakukan tahun ini.

Kepala DLH Bantul, Ari Budi Nugroho mengakui adanya penolakan warga terhadap rencana pembangunan RPS di Canden tersebut. Akan tetapi dia mengklaim sudah berkomunikasi dan menyosialisasikan ulang kepada sejumlah perwakilan warga pada akhir tahun lalu. “Hasilnya, warga mendukung dan setuju dibangun RPS. Tahun ini akan dilaksanakan pembangunannya,” kata Ari, Rabu (26/2/2020).

Dia menjelaskan pembangunan RPS dilakukan di 16 titik, salah satunya di Sanggrahan, Canden. RPS yang sudah terbangun sejak 2017 hingga 2019 lalu, kata dia, totalnya ada 53 unit.

Menurut Ari, keberadaan RPS selama ini sangat efektif untuk mengurangi sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan sebagai pembuangan akhir sampah.

Bahkan Ari mengaku DLH akan terus berupaya memperbanyak RPS karena RPS dapat mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPST Piyungan. Dia tidak menyebut berapa volume sampah yang berkurang. “Sangat efektif karena ada proses pemilahan sebelum dibuang ke TPST Piyungan,” ujar Ari.

Pembangunan RPS selama ini dilengkapi dengan mesin pembuatan kompos untuk sampah basah yang dijadikan pupuk. Sedangkan sampah kering yang bernilai ekonomis dapat dimanfaatkan kembali sehingga sampah yang dibuang benar-benar yang tidak bisa didaur ulang. Selain mesin pembuatan kompos, RPS juga dilengkapi dengan kendaraan pengangkut sampah.

Dia menjelaskan setidaknya ada dua tipe RPS yang dibangun DLH, yakni tipe 12 meter persegi dengan anggaran Rp125 juta dan tipe 20 meter persegi dengan anggaran Rp200 juta. “Sebenarnya pembangunan RPS juga merupakan usulan dari warga karena yang mengelola nantinya adalah warga sekitar,” ucap dia.