Diguyur Hujan 2 Hari, 2 Lokasi di Prambanan Longsor

Warga mengevakuasi material yang longsor di Punthuk Gayamharjo Prambanan yang menimpa rumah Paiyem warga RT 01/05 Gayam Gayamharjo, Kamis (5/3 - 2020).
05 Maret 2020 14:07 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN - Hujan lebat yang terjadi di wilayah Sleman sejak Rabu (4/3/2020) hingga Kamis (5/3/2020) menyebabkan longsor di dua titik di wilayah Prambanan, Sleman. Tidak ada korban jiwa dan luka dari peristiwa tersebut.

Ketua Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Bandung Bondowoso Prambanan Prawoto Brewok menjelaskan longsor pertama terjadi di wilayah Punthuk Gayamharjo sekitar pukul 05.30 WIB, Kamis pagi. Sebuah tebing seluas 5 x 6 meter menimpa rumah Paiyem warga RT 01/05 Gayam Gayamharjo.

"Terdengar suara sesuatu yang mengenai tembok rumah setelah dilihat keluar ternyata tanah longsor menimpa tembok rumah. Ini akibat hujan deras yang terjadi dari kemarin sore," katanya, Kamis.

Selain di Gayam, tebing yang longsor juga terjadi Kalinongko Kidul Gayamharjo Prambanan. Tebing seluas 5 x 8 meter menimpa rumah Slamet warga RT 04/ 13 Kalinongko Kidul. "Longsoran mengenai dapur belakang rumah," katanya.

Dari dua perisitiwa itu, kata Brewok, tidak ada korban jiwa maupun luka. Tim relawan kebencanaan dibantu warga sudah melakukan assessment dan evaluasi tanah yang longsor. "Kebutuhannya untuk sementara terpal untuk menutup longsoran," katanya.

Terpisah, Kepala Bidang Kedaulatan dan Logistik BPBD Sleman Makwan mengatakan selain di wilayah Prambanan talud jembatan di Gejayan RT 1 RW 29 Condongcatur Depok juga mengalami longsor. "Hujan lebat yang terjadi menyebabkan banjir dan menggerus pondasi talud. Selain talud jembatan longsor, londasi rumah penduduk ambles. Ini rumah tidak di tempati," terangnya.

Berdasarkan data yang direkapitulasi tim Pusdalop BPBD Sleman hujan yang turun sejak kemarin menyebabkan sejumlah kerusakan. "Beberapa pohon tumbang menimpa rumah warga dan jaringan listrik. Total terdapat 10 titik pohon yang tumbang," katanya.

Selain melakukan evakuasi pohon yang tumbang, tim relawan bersama warga juga melakukan pembersihan material bangunan yang rusak. BPBD juga memberikan bantuan darurat kepada korban. "Secara umum di wilayah Sleman diguyur hujan dan pergerakan angin cukup kencang terutama di lereng Merapi," katanya.