Ilmuwan Jepang Ciptakan Robot yang Bisa Tersenyum dengan Kulit Hidup di Wajahnya
Ilmuwan Jepang membuat wajah robot yang bisa tersenyum karena wajahnya menyalin struktur jaringan kulit manusia.
Seorang petani mengamati amblesnya terowongan irigasi Bendung Tawang di Dusun Sambiroto, Kalurahan Banyuroto, Kapanewon Nanggulan, Rabu (4/3/2020). /Harian Jogja-Lajeng Padmaratri
Harianjogja.com, KULONPROGO- Amblesnya terowongan irigasi Bendung Tawang yang terletak di Dusun Sambiroto, Kalurahan Banyuroto, Kapanewon Nanggulan beberapa waktu lalu membuat petani setempat khawatir pasokan air tidak mencukupi dalam menyambut masa tanam kedua (MT II) April mendatang.
Ketua Kelompok Tani Subur di Sambiroto, Sudaryono menuturkan ada 10 hektare lahan pertanian milik kelompok tani ini yang sedang ditanami padi saat ini terdampak berhentinya aliran irigasi lantaran terowongan ambles tertimpa longsoran tanah. Hingga saat ini tanaman padinya yang hampir memasuki masa panen pada akhir Maret mendatang tidak mendapat pasokan air dari saluran irigasi ini.
"Sebenarnya untuk MT I ini aman meski tidak teraliri, karena dari hujan masih cukup. Tapi untuk menghadapi MT II kami agak khawatir karena dimulai awal April," kata Sudaryono kepada Harianjogja.com, Rabu (4/3/2020).
Ia menuturkan selain Kelompok Tani Subur, ada beberapa kelompok tani lain di Nanggulan yang juga terdampak terhentinya aliran ini dengan kisaran luas lahan 10 hektare. Sementara, di luar wilayah Nanggulan seperti Pengasih dan Sentolo, ia tak mengetahui secara pasti luasan lahan terdampak.
Sebelumnya diberitakan bahwa pada Kamis (20/2/2020) lalu terjadi longsoran tanah yang menimpa terowongan irigasi Bendung Tawang di Sambiroto. Longsoran itu menyebabkan terowongan ambles sepanjang kurang lebih enam meter. Disinyalir lahan pertanian enam dusun di tiga kapanewon yaitu Nanggulan, Pengasih, dan Sentolo terdampak dari saluran irigasi yang terhenti ini.
Sudaryono berharap Pemkab Kulonprogo bisa bergerak cepat menangani hal ini sebelum memasuki MT II. Sebab awal April nanti ia pesimistis hujan masih turun di Kulonprogo. Jika terowongan tak segera tertangani, maka ia tak tahu akan mengairi sawah dengan air dari mana.
Menanggapi hal ini, Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Pemukiman Kulonprogo, Hadi Priyanto menuturkan ia sudah mengirim surat kepada Balai Besar Wilayah Serayu Opak (BBWSO) untuk permohonan penanganan amblesnya terowongan ini secara permanen.
Meskipun termasuk ke dalam kejadian bencana, hingga saat ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo belum melakukan penindakan semisal melakukan pengerukan tanah longsoran. "Kalau dengan BPBD hanya darurat saja, kita ingin sekalian permanen. Kewenangannya di BBWSO karena [irigasinya] masuk sistem Kalibawang," kata Hadi.
Dikatakannya, pada Senin (2/3/2020) kemarin jawatannya dengan BBWSO sudah mensurvei lokasi amblesnya terowongan tersebut dan mengukur luasan kerusakan. Setelah survei, Pemkab Kulonprogo diminta mengirim surat ke BBWSO untuk permohonan penanganan. Setelah surat ini diterima, BBWSO baru akan merapatkan penangannya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ilmuwan Jepang membuat wajah robot yang bisa tersenyum karena wajahnya menyalin struktur jaringan kulit manusia.
Google memperbarui mesin pencarinya dengan konsep AI baru bernama Intelligent Search Box yang mendukung percakapan, gambar, dan dokumen, menandai era baru penca
Cek jadwal KRL Jogja–Solo dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
Jepang menang 1-0 atas Islandia dalam laga uji coba jelang Piala Dunia 2026. Momen ini juga menjadi laga perpisahan kapten Maya Yoshida di Stadion Nasional Toky
Rempah alami seperti bawang putih, kunyit, jahe, dan rosemary diketahui dapat membantu menurunkan kolesterol jahat. Simak penjelasan ilmiah dan cara konsumsinya