Cegah YIA Kebanjiran, Dua Embung Bakal Dibangun

Pesawat komersial maskapai Citilink mendarat di landasan Yogyakarta International Airport (YIA) saat "Proving Flight" di Kulon Progo, DI Yogyakarta, Kamis (2/5/2019). - Antara Foto
06 Maret 2020 20:57 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Pemkab Kulonprogo akan menyiapkan lahan untuk pembangunan dua embung di seputar Yogyakarta International Airport (YIA). Selain untuk mendukung rencana induk drainase [RID] pencegahan banjir, embung ini juga diharapkan menjadi salah satu tempat rekreasi.

Sekda Kulonprogo Astungkoro menjelaskan pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) dalam rangka menyiapkan sekitar kawasan YIA agar terhindar dari banjir. Saat ini sudah ada desain yang disusun oleh BBWSSO terkait rencana induknya. Kulonprogo nantinya akan membantu dari sisi tersier karena yang primer menjadi kewenangan pemerintah pusat.

Salah satu rencana pencegahan banjir itu adalah dengan membuat embung sebagai tempat menampung sementara aliran air agar tidak tergenang. Rencananya akan dibangun dua embung di sekitar YIA terutama di sisi utaranya. "Untuk embung rencananya dua titik, tetapi itu nanti jadi tempat rekreasi. Ada [lokasinya] tetapi saya tidak bisa menceritakan lebih dahulu," katanya di Kepatihan, Jumat (6/3/2020).

Ia menambahkan embung tersebut akan berfungsi untuk pencegahan banjir, di mana akan menjadi tandon air saat ada aliran ketika hujan deras. Tetapi setelah ditampung kemudian bisa dikembalikan ke sungai secara bertahap. Hal itu untuk mengurangi potensi genangan di sekitar YIA karena sumber daya air dimanajemen dengan baik.

"Alhamdulillah saat hujan deras kemarin sekitar YIA tidak banjir, walau pun di Kelurahan Paliyan itu iya [banjir]. Kalau itu [Paliyan] perkaranya tidak aliran membuangnya. Tetapi ada juga [banjir] karena luapan, kemarin kami cek di Sungai Serang dan lainnya memang tidak ada model aliran dari sungai tetapi itu karena hujan kemudian menggenang," ujarnya.

Terkait rencana pembangunan embung ini pihaknya sudah koordinasi dengan BBWSSO. Peran Pemkab Kulonprogo adalah menyediakan lahan untuk embung tersebut. Pembebasan lahan diakuinya tidak cukup penganggaran setahun. Penyediaan lahan ini direncanakan di 2022 mendatang. Jika memungkinkan Pemkab Kulonprogo akan meminta bantuan provinsi untuk membantu menyediakan anggaran.

"Sudah disampaikan ke kami, tetapi masih memerlukan tanah yang lain, ini harus jadi beban pemikiran kami ke depan. Untuk menyiapkan jadi embung untuk limpasan air di sekitar timur bandara. Kami diminta untuk menyiapkan lahan, harus bertahap tidak bisa seketika," ucapnya.

Dengan RID tersebut pelimpasan air ke Bogowonto dan Serang melalui jalur induk drainase yang disiapkan BBWSSO. Aliran tersebut antara lain ada yang melalui kawasan kompleks YIA kemudian menuju Bogowonto. Selain itu ada juga aliran khusus dari kompleks YIA menuju ke Serang. "Cuma Serang ini kan waktu pasang dia masuk ke dalam, ini yang kemudian perlu ada semacam embung, danau kecil," katanya.

Pengendalian banjir itu dilakukan melalui rencana induk pada radius 10 kilometer dari kawasan YIA. Sehingga manajemen air pun dilakukan sejak dari hulu sungai melalui RID. Saat ini lebar drainase yang ada memang sudah sesuai desain di RID, oleh karena harapannya untuk sementara waktu tetap bisa menampung dan tidak menimbulkan genangan di sekitar YIA.

"Kami juga kerja sama penanganan drainase ini tidak hanya Balai Besar tetapi juga Pelaksana Jalan Nasional itu kan aliran yang masuk ke area bandara tetapi mengecil, itu mestinya harus diperlebar sehingga aliran ke bandara bisa mengalir dengan baik. Karena persoalannya saat Bogowonto pasang pasti akan jadi masalah. Maka ini yang jelas desainnya sudah diperhitungkan [RID] untuk 100 tahun," ujarnya.