Lumbung Mataraman Bendung Disiapkan Pasok Kebutuhan MBG
Pemerintah Kalurahan (Pemkal) Bendung, Semin berencana memeperluas kawasan Lumbung Mataraman dari semula 1,2 hektare menjadi 2,2 hektare untuk menyasar MBG.
Suasana kawasan Pantai Gesing di Desa Girikarto, Kecamatan Panggang, Gunungkidul, Jumat (14/12/2018)./Harian Jogja-Herlambang Jati Kusumo
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Gunungkidul mendukung penuh langkah Pemerintah DIY untuk membangun pelabuhan di kawasan Pantai Gesing, Desa Girikarto, Kecamatan Panggang. Fasilitas pelabuhan ini diharapkan dapat mengoptimalkan hasil tangkapan ikan di wilayah perairan pantai selatan DIY.
Kepala DKP Gunungkidul, Krisna Berlian, mengatakan wacana pembangunan pelabuhan di Pantai Gesing muncul sejak 2019. Untuk saat ini masih dalam proses perencanaan karena di 2020 program masih sebatas penyusunan masterplan dan detail engineering design (DED) kawasan untuk kepelabuhanan.
Meski demikian, sudah ada beberapa kajian awal terkait dengan lokasi. Sebelum ditetapkan di Pantai Gesing, lokasi pelabuhan awalnya dibangun di Pantai Pandansimo, Bantul. Hanya, tutur Krisna, dari sisi lokasi dinilai kurang mendukung karena ada potensi sedimentasi seperti yang terjadi di Pelabuhan Tanjung Adikarta, Kulonprogo. “Kemudian dipilih Pantai Gesing sebagai calon lokasi,” katanya kepada Harian Jogja, Senin (9/3/2020).
Menurut Krisna, Pantai Gesing sangat cocok dijadikan pelabuhan karena memiliki pemecah ombak alami sehingga tidak perlu dibangun breakwater saat pelabuhan dibangun. Di sisi lain, lokasinya juga strategis karena nelayan bisa lebih mudah menjangkaunya. “Nelayan Gunungkidul dan Bantul juga bisa dengan mudah mengaksesnya,” katanya.
Rencana pembangunan pelabuhan ini menjadi kunci dalam upaya mengoptimalkan potensi laut di Gunungkidul. Diharapakan program ini bisa segera direalisasikan agar nelayan memiliki akses yang baik untuk pendaratan perahu serta hasil tangkapan. “Untuk langkah awal masih sebatas pelabuhan pendaratan ikan, tapi kedepan dijadikan pelabuhan perikanan pantai seperti di Pantai Sadeng,” kata mantan Kepala Dinas Peternakan Gunungkidul ini.
Hal senada diungkapkan Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Gunungkidul, Rujimanto. Menurut dia, lokasi di Pantai Gesing lebih mudah diakses ketimbang Pelabuhan Sadeng. “Jarak menjadi acuan karena Gesing lebih dekat ketimbang Sadeng yang berada di ujung timur Gunungkidul,” katanya.
Rujimanto mendukung penuh upaya pembangunan pelabuhan di Pantai Gesing. Da berharap permasalahan nelayan tidak hanya pada fasilitas kepelabuhanan, namun juga butuh pendukung lain. Sebagai contoh, nelayan Gunungkidul masih membutuhkan banyak pelatihan dan bantuan alat untuk mengoptimalkan hasil tangkapan. “Semua harus dipersiapkan sehingga hasilnya bisa dirasakan oleh nelayan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemerintah Kalurahan (Pemkal) Bendung, Semin berencana memeperluas kawasan Lumbung Mataraman dari semula 1,2 hektare menjadi 2,2 hektare untuk menyasar MBG.
Warga Ngringo, Jaten, Karanganyar, Jevon Joechelin Jotham, tercatat dalam manifes Virgo Transport 8 yang masih dalam pencarian.
Desa Wisata Wukirsari, Kapanewon Imogiri, Bantul, menjadi lokasi workshop literasi keuangan yang mempertemukan anak-anak muda dengan pengelola desa wisata
Video CCTV kecelakaan maut Bekonang Sukoharjo memperlihatkan bus menabrak dua motor hingga dua korban satu keluarga meninggal dunia.
BPH Migas mengungkap kenaikan harga BBM nonsubsidi ikut mendorong permintaan Pertalite hingga 11 persen secara nasional.
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X resmi membuka Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) 2026 di Lapangan Beran, Sleman, Minggu (13/9/2026)