Jogja Siap Pecahkan Rekor MURI 1.000 Difabel Tuli
Jogja akan jadi lokasi pemecahan rekor MURI 1.000 difabel tuli sekaligus seminar kebangsaan disabilitas oleh KND.
Ilustrasi rumah sakit/Reuters
Harianjogja.com, KULONPROGO-- Kementerian Kesehatan telah menunjuk empat rumah sakit di DIY sebagai rujukan pasien virus corona, salah satuya RSUD Jogja. Beberapa kelengkapan dan mekanisme penanganna pun sudah disiapkan oleh RSUD Jogja dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Jogja, Tri Wardoyo, menjelaskan untuk kewaspadaan corona sebenarnya tidak membutuhkan banyak biaya. Pasalnya, seluruh keperluan untuk penanganan pasien positif corona ditanggung Kementerian Kesehatan.
"Mekanisme pembiayaan sudah jelas, kalau terkait pneumoni di Puskesmas dan RS Tipe D akan dibiayai BPJS. Namun kalau sudah positif corona dibiayai Kementerian Kesehatan. Sehingga alokasi anggaran tidak terlalu banyak," ujarnya, Senin (9/3/2020).
Meski demikian ia mengungkapkan beberapa barang menjadi langka seperti masker dan alat pelindung diri (APD). Di RSUD Jogja, saat ini terdpat 10 APD. Selain diapsok dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja, APD juga akan didatangkan dari Kementerian Kesehatan.
Direktur Utama RSUD Jogja, Ariyudi Yunita, menuturkan pihaknya telah meminta penambahan APD dari Kementerian Kesehatan yang akan dikirimkan pada Rabu (11/3/2020) mendatang. "Untuk kewaspadaan corona kami sudah ada persiapan khsus," ujarnya.
Ia mengungkapkan untuk penanganan corona RSUD Jogja sudah sejak Januari lalu membentuk tim khusus, yang melibatkan dokter spesialis dalam, anak, mikrobiologi, dam anestesi. Untuk ruang isolasi, pihaknya telah menyediakan dua ruang khusus untuk pasien corona. "Ruang isolasi ada 10, tapi yang khusus untuk corona dua," ungkapnya.
RSUD Jogja juga telah membuat alur untuk penanganan corona. Tidak semua pasien langsung dikirim ke RSUD Jogja, melainkan ada kriteria orang dalam pemantauan. Ia mencontohkan orang yang punya riwayat pilek, batuk, panas dan sesak nafas, serta pernah mengunjungi wilayah yang terkena infeksi akan dipantau selama 14 hari.
"Atau orang yang pernah kontak dengan pasien corona juga kami pantau. Kami tidak menjemput pasien, tapi kalau ada pasien yang datang ke sini langsung kami tangani sesuai alurnya," Kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jogja akan jadi lokasi pemecahan rekor MURI 1.000 difabel tuli sekaligus seminar kebangsaan disabilitas oleh KND.
Harga emas Antam hari ini, Minggu 26 Juli 2026, masih stagnan. Emas 1 gram bertahan Rp2.612.000, sementara buyback tetap Rp2.352.000.
Menteri Pendidikan India Dharmendra Pradhan mundur setelah protes nasional akibat skandal kebocoran soal NEET yang mengguncang jutaan siswa.
BMKG memprakirakan hujan petir dan hujan ringan berpotensi terjadi di sejumlah kota besar Indonesia pada Minggu, 26 Juli 2026.
Juru Bicara Otorita IKN Troy Pantouw meninggal dunia karena sebab alami di Rusun ASN IKN. Simak kronologi dan perjalanan pengabdiannya.
Kementerian Kehutanan menanam 900 bibit mangrove di Raja Ampat untuk rehabilitasi pesisir, menjaga ekosistem, dan mendukung pembangunan berkelanjutan.