Emas Antam Tembus Rp2,65 Juta/Gram, Ini Daftar Harga Terbaru
Harga emas Antam naik jadi Rp2.655.000 per gram. Simak daftar lengkap harga emas UBS dan Galeri24 terbaru hari ini.
Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Kalasan menggelar sosialisasi di SMAN 1 Kalasan. /Ist-dok
Harianjogja.com, SLEMAN – Pelajar Sekolah Menegah Atas dan Kejuruan (SMA/SMK) merupakan pemilih pemula potensial dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun ini. Untuk memberi edukasi, Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Kalasan menggelar sosialisasi di SMAN 1 Kalasan.
Koordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga, Panwascam Kalasan Lilik Sumitro mengatakan sosialisasi kepemiluan bertujuan untuk memberi kesadaran politik sekaligus menjaring pengawasan partisipatif kalangan milenial.
"Kalangan milenial, khususnya pemilih pemula perlu diberi pembekalan tentang kepemiluan, termasuk bagaimana mengawasi pemilihan agar benar-benar sesuai dengan aturan," katanya, Jumat (13/3/2020).
Sosialisasi dilakukan untuk mewujudkan Pilkada Sleman yang berintegritas, langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil. Hal itu bisa terwujud jika partisipasi masyarakat termasuk kalangan pemilih pemula bisa dilakukan.
Beberapa praktik yang melanggar aturan di antaranya adalah money politik (politik uang), kampanye hitam dengan cara menjelek-jelekkan salah satu calon sehingga menimbulkan perpecahan dalam masyarakat, politisasi Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan (SARA),
“Ada juga larangan untuk ASN atau PNS berkampanye atau tidak netral. Jadi kalau mendapati pelanggaran-pelanggaran itu, bisa melaporkan kepada kami melalui nomor telepon, WA, melalui media sosial kami, atau datang langsung ke kantor di Kecamatan Kalasan,” ujarnya di hadapan sedikitnya 100 an siswa yang hadir.
Menurut Lilik, pelajar SMA N 1 Kalasan memang tidak semua mempunyai hak pilih. Namun setidaknya siswa kelas 12 dalam waktu dekat juga akan memiliki hak pilih sehingga tetap mendapatkan sosialisasi. "Meski pemilih pemula, namun kalangan pelajar adalah pemilih cerdas dan cenderung belum terlibat politik praktis. Diharapkan mereka juga ikut mengawasi proses Pilkada," katanya.
Salah satu siswa kelas 12 SMA N 1 Kalasan, Muhammad Lutfi Arya Widakdo, 17, mengatakan setelah mengikuti sosialisasi ia mendapatkan pengetahuan baru tentang kepemiluan, terutama terkait Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). "Seperti soal money politic, ternyata itu melanggar, meski tidak diterima oleh sendiri atau orang per orang tapi untuk masyarakat," katanya.
Setelah mendapatkan sosialisasi, Lutfi mengaku siap untuk turut mengawasi Pilkada yang berintegritas. "Saya juga harus benar-benar selektif, tidak dengan money politik, karena itu melanggar aturan,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA N 1 Kalasan Sumarno mengatakan sosialisasi dari Panwascam Kalasan diperlukan agar para pemilih pemula bisa menggunakan hak pilih sesuai dengan aturan.
"Pemilih pemula ini potensial karena jumlahnya banyak. Ke depan kami siap bekerjasama lagi yang lebih efektif dengan Panwascam Kalasan, supaya anak-anak juga belajar berdemokrasi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harga emas Antam naik jadi Rp2.655.000 per gram. Simak daftar lengkap harga emas UBS dan Galeri24 terbaru hari ini.
Reza Arap siarkan Piala AFF 2026 di YouTube dengan komentator Yuka Theo & JOT. Gaya santai justru tembus 75 ribu penonton!
Momen haru di Lapas Yogyakarta: seorang narapidana resmi menikahkan putrinya sebagai bukti pembinaan humanis tanpa memutus tali keluarga.
Menteri LH Moh Jumhur Hidayat dan Sri Sultan HB X membahas pentingnya pembangunan yang memuliakan lingkungan. Aspek sosial dan ekologis dinilai harus berjalan s
ChatGPT error pada Sabtu (25/7/2026), server down global. Jutaan pengguna mengeluh di X. OpenAI belum beri pernyataan resmi.
Mencari mobil offroad murah untuk pemula? Simak 12 rekomendasi mobil tangguh mulai dari Suzuki Jimny, Daihatsu Taft, Pajero lawas hingga Jeep Cherokee