Wisata ke Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko Turun 40%, TWC Siapkan Upaya Penyelamatan

Direktur Utama PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur Prambanan & Ratu Boko, Edy Setijono (tengah) saat menjelaskan imbas wabah Corona terhadap wisata candi kepada wartawan, Jumat (13/3/2020). - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
13 Maret 2020 12:17 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Wabah virus Corona benar-benar memukul sektor pariwisata di DIY. Selama tiga bulan terakhir, jumlah kunjungan wisatawan ke Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko turun 40,8%.

Oleh karenanya, PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko akan terus berupaya untuk mendatangkan kunjungan wisatawan dengan beberapa strategi. Apalagi, dalam beberapa bulan ke depan, BUMN ini mengaku kesulitan mampu mendatangkan wisatawan asing ke destinasi. Hal itu terjadi karena banyaknya travel warning yang dikeluarkan oleh negara-negara.

"Bukan mereka (wisatawan asing) tidak punya uang, karena mereka menahan diri untuk tidak bepergian akibat wabah Corona ini. Tetapi kami harus terus menghidupkan destinasi," kata Direktur Utama PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur Prambanan & Ratu Boko, Edy Setijono kepada wartawan, Jumat (13/3/2020).

Jika destinasi wisata runtuh, kata Tio, maka dampak yang ditimbulkan justru pada masyarakat di sekitarnya. Mulai jasa transportasi, jasa penginapan, UMKM dan jasa-jasa lainnya yang ditawarkan oleh masyarakat. Untuk tetap menghidupi destinasi wisata di Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko, pihaknya segera melakukan switch target market dari wisatawan asing ke wisatawan domestik.

BUMN ini, kata Tio, mengincar sektor korporasi untuk melakukan kegiatan corporate gathering di destinasi agar ekonomi masyarakat di sekitar tetap berjalan. Selain korporasi, target kunjungan juga menyasar para pelajar untuk melakukan edukasi di sekitar destinasi. Mereka mengaku sudah bekerjasama dengan tiga kampus besar meliputi UGM, UNS dan Undip.

"Kami siapkan program junior arkeologi. Jadi pelajar masih bisa belajar meskipun di destinasi wisata. Kami juga menyiapkan beragam even dan meningkatkan atraksi," katanya.

Tio memastikan, destinasi wisata candi aman dikunjungi wisatawan. Pihaknya juga memberikan edukasi kepada pengunjung terkait masalah Corona, bagaimana bisa menghindari penyebarannya. "Kami juga dilengkapi dengan klinik yang siap melayani pengunjung yang sakit. Sektor pariwisata ini tetap harus bisa tetap kami hidupkan," katanya.

Direktur Pemasaran dan Pelayanan TWC Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko Hetty Herawati mengatakan revisi cuti bersama yang dilakukan oleh pemerintah pada tahun ini akan dimanfaatkan dengan maksimal untuk bisa menggaet wisatawan.

"Maret ini ada long weekend, dan pada bulan-bulan berikutnya. Kami akan mengoptimalkan jadwal liburan ini. Program-program yang reguler yang selama ini dilakukan tetap berjalan ditambah dengan pogram baru yang segera dilakukan," kata Hetty.