Dampak Corona, Homestay Tembi Bantul Rugi Belasan Juta

Foto Ilustrasi. - Reuters
14 Maret 2020 06:07 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Merebaknya virus Corona atau Covid-19 di berbagai negara cukup berpengaruh bagi jasa penginapan di Bantul. Salah satunya homestay Tembi.

Homestay yang biasanya ramai dikunjungi wisatawan mancanegara itu mulai sepi sejak pertengahan Februari lalu. Sejumlah wisatawan yang sudah memesan kamar membatalkannya, “Kerugiannya karena hunian kurang, enggak ada yang menginap. Sekitar Rp15 jutaan ruginya dari 20 Februari sampai Maret ini,” kata Pemilik Homestay Tembi, Dawud Subroto, Jumat (13/3/2020).

Namun ada juga yang belum membatalkan yang rencananya diisi pada 23 maret mendatang dari warga Prancis. Ada tiga kamar yang dipesan warga Prancis tersebut dan sudah membayar lunas. Sampai saat ini belum ada konfirmasi untuk membatalkan menginap di homestay Tembi.

Dawud mengaku dampak Covid-19 ini cukup terasa. Pihaknya tidak bisa berbuat banyak karena persoalan tersebut merata dan terjadi di sejumlah negara.

Homestay Tembi ini sendiri masih beroperasi seperti biasa, tidak ada perubahan layanan. Sebanyak 11 karyawan homestay Tembi juga tetap bekerja seperti biasanya. Ada 14 kamar di homestay tersebut.

Selain karena Covid-19, wahana outbond di homestay Tembi juga berkurang sejak Februari lalu. “Outbond juga masih berlanjut cuma kurang pengunjungnya, enggak seperti biasanya,” kata Dawud. Ia menduga kurangnya peminat outbond karena adanya pembatasan kegiatan luar ruang dari sejumlah kepala daerah.

Negatif Corona

Sementara itu Dinas Kesehatan Bantul memastikan seorang pasien dalam pengawasan (PDP) karena Coronavirus Disease atau Covid-19 yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panembahan Senopati Bantul dinyatakan negatif. Pasien sempat dirawat di rumah sakit tersebut selama delapan hari di ruang isolasi.

“Hasil pemeriksaan [sampel swap] dari Kementerian Kesehatan negatif. Jadi sudah confirmed negatif [Covid-19],” kata Kepala Dinas Kesehatan Bantul, Agus Budi Raharjo di Parasamya, Kompleks Pemerintahan Kabupaten Bantul, Jumat (13/3/2020).

Agus mengatakan meski sudah diperbolehkan pulang per Kamis (12/3/2020), namun pasien berjenis kelamin perempuan berusia 63 tahun tersebut tetap dalam pemantauan di lingkungan tempat tinggalnya. Pasien itu dirawat di RSUD panembahan Senopati Bantul sejak 4 Maret karena merasakan batuk, sakit tenggorokan setelah pulang menjalankan ibadah umrah.

Selain membolehkan pulang PDP, RSUD Panembahan Senopati Bantul per Kamis (12/3/2020) sore juga kembali menerima pasien yang mengalami gejala-gejala Covid-19 karena baru pulang umrah. Pasien orang dalam pemantauan (ODP) tersebut kini dirawat di ruang khusus rumah sakit tersebut.

“Satu ODP kemarin sore dan sekarang dirawat di ruang perawatan khusus,” kata Kepala Sub Bagian Hukum dan Pemasaran dan Kemitraan RSUD Panembahan Senopati Bantul, Siti Rahayuningsih.