Laboratorium Jogja Periksa 224 Sampel Terkait Covid-19

Foto ilustrasi. - Reuters
20 Maret 2020 20:57 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Yogyakarta menerima sebanyak 224 sampel hingga Jumat (20/3/2020). Ratusan sampel yang berasal dari rumah sakit wilayah DIY dan Jawa Tengah itu sedang dalam proses pengujian laboratorium untuk mendapatkan hasil positif atau negatif terkait dengan Covid-19.

Kepala BBTKLPP Yogyakarta Irene menjelaskan hingga Jumat (20/3/2020) pihaknya telah menerima sebanyak 224 sampel darah untuk dilakukan pengujian laboratorium. Dari DIY terdiri atas 94 sampel yang meliputi 51 sampel pasien dalam pengawasan (PDP) dan 43 sampel orang dalam pengawasan (ODP). Sedangkan dari Jawa Tengah total ada 130 sampel yang masuk terdiri atas 85 sampel PDP dan 45 sampel ODP.

“Sampel PDP [pasien dalam pengawasan] DIY 51 [sampel] dan Jateng 85 [sampel]. Kemudian sampel kontak tracing atau ODP [orang dalam pengawasan untuk DIY 43 [specimen] dan Jateng 45 [sampel],” katanya Jumat (20/3/2020).

Jumlah sampel yang masuk meningkat sekitar 74 sampel dari hari sebelumnya Kamis (19/3) yang tercatat di angka 150 sampel masuk untuk DIY dan Jawa Tengah. “[Kalau sampai hari Kamis] Jumlah sampel yang kami terima PDP 62, tracing kontak 88, totalnya 150,” ujarnya.

Jumlah sampel yang masuk memang lebih banyak dari Jawa Tengah karena dari sisi luas DIY hanya terdiri dari lima kabupaten dan kota saja. Pihaknya menyediakan ruang khusus secretariat penanganan Covid-19 yang berdekatan dengan laboratorium virologi. “Kami ada sekretariat Covid ada data jumlah sampel yang kami ambil dari hari per hari dan jumlah sampel yang masuk ke BBTKLPP,” katanya.

Pemeriksaan laboratorium untuk Covid-19 ada dua tahapan, antara lain menggunakan real time PCR dan genom sekuensi. Real time PCR dilakukan lebih awal untuk menentukan apakah hasil sampel menunjukkan positif corona atau negatif. Sehingga cukup sampai di level daerah sudah bisa diketahui hasilnya positif atau negatif. Adapun genom sekuensi dilakukan di Litbangkes Kemenkes.

Meski demikian BBTKLPP Yogyakarta belum diberi kewenangan untuk melakukan pemeriksaan permintaan masyarakat secara langsung. Kapasitas pemeriksaan per hari tidak bisa dibatasi, artinya ada dua kali proses mulai dari ekstraksi terhadap sampel serta melakukan pemeriksaan.

Sehingga tidak ada pembatasan jumlah sampel harian yang harus diperiksa. Karena pemeriksaan sampel bisa dilakukan secara kolektif dengan jumlah maksimal 22 sampel untuk ekstraksi dan 29 sampel untuk pembacaan hasil.