Pasangan Nikah Massal di Lereng Merapi Pakai Masker Gegara Corona

Para pasangan pengantin saat bersiap di atas jip, Sabtu (21/3 - 2020). (Dokumentasi Humas Pemkab Sleman)
21 Maret 2020 19:57 WIB Newswire Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Wabah Corona memaksa sejumlah pengantin yang melakukan nikah massal di Sleman mengenakan masker.

Pemkab Sleman melalui Dinas Sosial bekerja sama dengan DInas Sosial DIY menggelar acara Nikah Bareng Adventure Merapi, Sabtu (21/3/2020), bertempat di Kalikuning, Cangkringan, Sleman.

Kegiatan ini diadakan dalam rangka memperingati Hari Air Internasional yang akan jatuh pada Minggu, 22 Maret 2020.
Namun, acara ini diselenggarakan secara sederhana guna meminimalisir sebaran corona.

Tidak banyak tamu yang hadir pada acara tersebut. Prosesi pernikahan juga dipersingkat waktunya. Selain itu, panitia juga menyediakan hand sanitizer serta masker bagi para tamu dan juga bagi para mempelai. Meski begitu, acara berlangsung lancar dan hikmat.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sleman, Eko Suhargono, mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada terhadap penyebaran virus corona.

Menurutnya, upaya terbaik yaitu dengan membiasakan hidup bersih serta menjalankan protokol terkait mitigasi virus corona, seperti cuci tangan dengan sabun, memakai hand sanitizer, memeriksa suhu tubuh dan meminimalisir kontak fisik.

“Mari melakukan berbagai hal yang dapat menghindarkan kita dari virus Corona”, ungkapnya.

Ia juga berharap dengan adanya acara tersebut dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang perkawinan yang sah di mata agama dan negara.


Hal tersebut membantu pemerintah dalam mencatatan administrasi negara terkait data kependukukan. Di samping itu, melalui nikah bareng ini ia berharap dapat membangun keluarga yang berkualitas serta terlahir generasi yang unggul.

Sementara Kepala Dinas Sosial DIY Untung Sukaryadi juga tak menampik bahwa situasi masyarakat saat ini tengah waspada terhadap virus Corona. Tapi dengan urgensi acara nikah bareng tersebut, pihaknya tetap menggelarnya, meski dengan konsep yang sederhana.

“Dalam kondisi seperti ini tidak lah perlu berpesta-pora. Namun kita sadari bahwa akad nikah merupakan sesuatu yang urgen karena menyangkut kebutuhan yang hakiki”, jelasnya.

Dalam acara ini, menikahkan 4 mempelai sebagai berikut, Lely Erawati (42 th) dengan Ristanto (38 th) dari Sleman. Puji Lestari (31) dengan Adhi Yuhandoko (30) yang juga dari Sleman.

Selanjutnya, Ana Nur Rahmawati (21) dari Bantul dengan Fajar Riyanto (21) dari Pacitan, serta terakhir Rista Arningsih (23) dengan Ambar Sudanang, keduanya berasal dari Bantul.

Bertindak sebagai saksi yakni Kepala Dinas Sosial DIY, Untung Sukaryadi, Kepala Dinsos Sleman Eko Suhargono, Ketua Baznas Sleman H. Kriswanto dan Ketua FORTAIS Nikah Bareng Nasional RM. Ryan Budi Nuryanto.

Gelaran pernikahan ini juga terbilang unik, selain seperangkat alat sholat, mahar yang digunakan pada acara tersebut ialah hand sanitizer. Para mempelai juga membawa poster berisi imbauan terkait prosedur mitigasi wabah Corona. Acara ditutup dengan atraksi menyusuri kali dengan jip oleh para mempelai dan tamu undangan.

Sumber : Suara.com