Dies Natalis UNSA ke-28, Astrid Soroti Makna Estafet Antargenerasi
Dies Natalis ke-28 UNSA di Stadion Sriwedari diisi senam sehat dan lomba estafet. Astrid Widayani menyoroti makna estafet antargenerasi.
Calon pengantin menanam bibit pohon matao seusai kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin), di KUA Kapanewon Pengasih, Kulonprogo, Selasa (22/4/2025). Ist
Harianjogja.com, KULONPROGO–Sebanyak 48 calon pengantin (catin) yang mengikuti Bimbingan Perkawinan (Bimwin) di KUA Kapanewon Pengasih, Kulonprogo, berpartisipasi dalam gerakan sejuta pohon yang diinisiasi Kementerian Agama (Kemenag).
Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga, mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap program penanaman 5.000 bibit pohon yang dicanangkan Kemenag Kulonprogo. Partisipasi tersebut diwujudkan dengan penyerahan bibit pohon matoa kepada para peserta usai kegiatan Bimwin, Selasa (22/4/2025).
BACA JUGA: Gerakan Ekoteologi, 5.000 Pohon Matoa Ditanam di Kulonprogo
“Filosofi menanam bibit pohon dalam rumah tangga adalah sebagai simbol tumbuhnya harapan, berkembangnya cinta, dan berbuahnya kebahagiaan. Pohon yang dirawat dengan baik akan tumbuh subur dan memberi manfaat, seperti halnya rumah tangga yang dibangun dengan cinta dan komitmen,” ujar Rangga dikutip dari Kemenag.go.id, Rabu (23/4/2025).
Bibit pohon yang diserahkan akan ditanam di rumah masing-masing Catin. Menurut Rangga, kontribusi ini tidak hanya berdampak pada pelestarian lingkungan, tetapi juga menjadi warisan ekologis bagi generasi penerus.
Kepala Subdirektorat Bina Keluarga Sakinah Kemenag, Zudi Rahmanto, mengapresiasi inisiatif KUA Pengasih Kulonprogo yang mengintegrasikan Bimwin dengan gerakan penanaman pohon. Ia menilai pendekatan ini memperluas makna pernikahan sebagai ikatan sosial yang juga membawa nilai ekologis dan spiritual.
“Menanam pohon di awal kehidupan rumah tangga bukan hanya tindakan simbolik. Ini bagian dari penguatan nilai-nilai keluarga sakinah yang peduli terhadap generasi mendatang,” ujar Zudi.
Ia menyebut langkah ini selaras dengan kebijakan Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam membumikan nilai-nilai ekoteologi dan penguatan keluarga. Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah, kata Zudi, menargetkan setidaknya 1,5 juta catin berpartisipasi dalam gerakan penanaman pohon.
“Kami berharap KUA-KUA lain bisa mengadopsi pendekatan serupa. Kolaborasi antara Bimwin dan gerakan lingkungan hidup adalah bentuk integrasi nilai-nilai agama dalam aksi nyata,” ujarnya.
Zudi juga menekankan bahwa gerakan ini perlu menjadi kebiasaan berkelanjutan, bukan sekadar acara simbolik. “Bayangkan jika jutaan pasangan muda di Indonesia menanam pohon sebagai bagian dari ikrar mereka. Indonesia bukan hanya akan dipenuhi keluarga bahagia, tetapi juga lingkungan yang lestari,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dies Natalis ke-28 UNSA di Stadion Sriwedari diisi senam sehat dan lomba estafet. Astrid Widayani menyoroti makna estafet antargenerasi.
Jadwal KSPN Jogja ke Gunungkidul Rabu 30 September 2026 tersedia untuk rute Obelix Sea View dan Pantai Drini. Cek tarif dan jamnya.
Erick Thohir meminta Timnas Indonesia tak meremehkan Bangladesh pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di SUGBK.
Mediasi tambang CV BKS dan warga Padukuhan Karang Kulon Progo menghasilkan titik temu. Pemda DIY menjelaskan legalitas perizinan.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo hari ini 30 September 2026, lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 30 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan, kedatangan tiap stasiun dan tarif Rp8.000.