Pemkab Gunungkidul Siap Bangun Tempat Lelang Hasil Panen Petani

Petani memanen cabai rawit di area penanaman cabai di Pondok Wonolelo II, Widodomartani, Ngemplak, Selasa (4/9 - 2018). Beberapa tanaman terlihat mengering karena dibiarkan oleh petani. Harian Jogja/Bernadheta Dian Saraswati
27 Maret 2020 08:37 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul berencana membangun bangsal pascapanen. Tempat ini berfungsi untuk lokasi pelelangan hasil panen hortikultura milik petani.

Kepala Bidang Hortikultura, Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Budi Sudartanto mengatakan, bangsal pascapanen masih dalam tahap perencanaan. Rencananya fasilitas ini akan dibangun di Desa Karangrejek, Wonosari. Untuk pembangunan, pemkab mendapatkan bantuan anggaran dari Pemerintah Pusat.

“Alokasi dana untuk membangun bangsal pascapanen sebesar Rp200 juta,” kata Budi kepada wartawan, Kamis (26/3/2020).

Menurut dia, bangsal ini dibangun sebagai upaya membantu petani menjual hasil panen. Selama ini, kata Budi, harga komoditas panen sangat bergantung dengan harga dari tengkulak sehingga banyak dirugikan, khususnya saat harga melambung naik.

Oleh karenanya, dengan bangsal ini akan ada fasilitas penjualan dengan sistem semi lelang sehingga harga berdasarkan kesepakatan bersama. “Tujuannya untuk melindungi petani karena selama ini harga hanya bergantung dari tengkulak,” tuturnya.

Untuk bangsal pascapanen nantinya tidak hanya digunakan oleh para petani di Karangrejek, melainkan bisa juga dimanfaatkan oleh para petani cabai, bawang merah, sayur dari kawasan lain.

Lokasi dipilih di Karangrejek karena letaknya strategis sehingga petani mudah mengaksesnya. “Tempat lelang difokuskan untuk tanaman hortikultura, seperti sayur-sayuran, bawang merah dan lain sebagainya,” katanya.