Pemkot Jogja Usulkan Siswa Belajar di Rumah Diperpanjang

Foto ilustrasi: Belajar di rumah. - Antarafoto/Iggoy el Fitra
30 Maret 2020 20:37 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Masa pembelajaran online di semua sekolah di DIY yang telah diterapkan sejak Senin (23/3/2020) lalu, berakhir pada Selasa (31/3/2020). Melihat kondisi yang belum memungkinkan, Dinas Pendidikan Kota Jogja menilai pembelajaran jarak jauh di rumah itu perlu diperpanjang.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Jogja, Budi Asrori, menjelaskan pihaknya telah bertemu dengan Kepala Dinas Pendidikan empat kabupaten di DIY dan merasa perlu memperpanjang pembelajaran online. "Kalau dari kami karena kondisinya belum baik," ujarnya, Senin (30/3/2020).

Ia melihat, dengan kondisi di mana kasus Corona di Indonesia khususnya di Jogja masih cukup tinggi, mengadakan kegiatan pembelajaran di sekolah yang menimbulkan kerumunan akan berpotensi menjadi media penularan Corona.

Meski demikian, untuk keputusan apakah diperpanjang atau tidak, ia perlu menunggu instruksi Pemerintah Provinsi DIY. Berdasarkan evaluasi selama ini, pembelajaran online sudah diterapkan di semua sekolah dengan metodenya masing-masing.

Meski demikian ia mengakui masih terdapat beberapa pelajar yang menggunakan kesempatan ini untuk bermain di luar, bukannya belajar di rumah. Menurutnya, aktivitas anak di rumah menjadi tanggung jawab orang tua. "Kami imbau orang tua untuk megawasi anak-anak agar tetap di rumah," katanya.

Sebelumnya, Kepala Satpol PP Kota Jogja, Agus Winarto, mengatakan sejumlah pelajar masi ditemukan berkeliaran di beberapa titik seperti warnet game online, kafe dan warmindo. "Rata-rata pelajar SMP sampai SMA," ungkapnya.

Pelajar yang ia temukan biasanya berkelompok sekitar 10 orang. Begitu mendapati para remaja ini, pihaknya langsung membubarkan dan menyuruh untuk pulang. Meski demikian, ia mengakui jumlah pelajar yang berkeliarn ini sudah lebih sedikit ketimbang sebelum diterapkannya pembelajaran online.